Harga Cabai Rawit Rp58.250, Telur Rp32.450 per Kg

16 hours ago 3

Harga Cabai Rawit Rp58.250, Telur Rp32.450 per Kg Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat cabai rawit merah dijual Rp58.250 per kg, sementara telur ayam ras Rp32.450 per kg di tingkat pedagang eceran nasional.

Selain cabai rawit dan telur, PIHPS juga mencatat harga bawang merah Rp48.700 per kg, bawang putih Rp40.600 per kg, serta beras kualitas medium I Rp15.900 per kg.

Komoditas daging ayam ras berada di harga Rp40.800 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I mencapai Rp142.400 per kg dan kualitas II Rp134.850 per kg. Gula pasir premium tercatat Rp19.800 per kg dan lokal Rp18.200 per kg.

Harga minyak goreng di pasar juga bervariasi, yakni curah Rp18.850 per liter, kemasan bermerek I Rp22.600 per liter, dan bermerek II Rp21.550 per liter. Fluktuasi harga ini dipantau untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp14.400 per kg, beras kualitas bawah II Rp14.400 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp15.900 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp15.800 per kg. Lalu, beras kualitas super I di harga Rp17.100 per kg, dan beras kualitas super II Rp16.700 per kg.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp42.950 per kg, cabai merah keriting Rp44.700 per kg, dan cabai rawit hijau Rp60.900 per kg.

Kemudian, daging ayam ras di harga Rp40.800 per kg, daging sapi kualitas I Rp142.400 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp134.850 per kg. Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.800 per kg, gula pasir lokal Rp18.200 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp18.850 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp22.600 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp21.550 per liter.

Pemantauan harga pangan oleh PIHPS penting untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga komoditas strategis, termasuk cabai rawit, telur, dan minyak goreng, agar masyarakat tetap terjangkau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|