Stok Beras DIY 48.115 Ton, Bulog Jamin Aman Lebaran

5 hours ago 1

Stok Beras DIY 48.115 Ton, Bulog Jamin Aman Lebaran Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara - Erlangga Bregas Prakoso

Harianjogja.com, SLEMAN—Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta memastikan stok beras di DIY mencapai 48.115 ton per awal Maret 2026. Jumlah tersebut dinilai sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, menjelaskan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog DIY saat ini mencapai 48.115 ton.

"Saat ini yang kita kuasai khususnya beras untuk DIY sebanyak 48.000 ton [lebih]. Itu sudah sangat luar biasa untuk komoditas khususnya beras yang sudah kita tangani saat ini," kata Dedi pada Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, rata-rata distribusi beras di wilayah DIY berkisar 1.000 ton per minggu. Dengan asumsi kebutuhan empat pekan sekitar 4.000 ton, stok yang tersedia dinilai lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas pasokan.

"Kalau kebutuhan beras untuk penyaluran itu per minggu kurang lebih 1.000 ton. Jadi kalau empat minggu ya kurang lebih hanya 4.000 ton untuk beras," ungkapnya.

Selain beras, Bulog DIY juga menguasai stok minyak goreng sebanyak 1.413.000 liter. Komoditas tersebut disalurkan ke pasar tradisional, Kios Distribusi Modern Pangan (KDMP), hingga ritel modern.

"Untuk DIY kalau lihat peta penyaluran Minyakita itu warnanya sudah hijau tua. Jadi sudah relatif harganya di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp15.700. Ya cukup aman. Ini kita gelontorkan terus," ungkapnya.

Dalam proses distribusi, Bulog berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Forkopimda, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta Tim Satgas Pangan untuk memastikan ketersediaan Minyakita di pasar tetap terjaga.

Rata-rata distribusi minyak goreng mencapai 20.000 liter per minggu. Hingga kini, Bulog belum mencatat lonjakan permintaan signifikan menjelang Ramadan.

"Untuk minyak kita ya per minggu 20.000 liter. Itu sangat, sangat aman dengan stok yang kita kuasai saat ini," tegasnya.

Dedi menambahkan tren penyaluran beras dan minyak goreng sejak momentum Natal dan Tahun Baru hingga awal Ramadan cenderung stabil. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta distribusi Minyakita terus digulirkan secara rutin.

"SPHP kami gelontorkan, terus Minyakita juga gelontorkan dari awal tahun. Jadi kalau kami lihat untuk fluktuasi peningkatan permintaan itu enggak berpengaruh signifikan, stabil saja kalau saya lihat. Khususnya komoditas beras dan minyak," jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Bulog memastikan stok beras DIY dalam kondisi berlimpah.

"Jadi kami berharap masyarakat jangan panik, masyarakat supaya agak lebih tenang untuk Lebaran dan Ramadan dan Idul Fitri ini. Jadi kondisi stok perberasan di DIY sangat berlimpah dan cukup aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri," tegasnya.

TPID Pastikan Bahan Pokok Sleman Aman

Sementara itu, TPID Kabupaten Sleman bersama TPID DIY juga melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idulfitri 2026. Pemantauan dilakukan di Pasar Sleman, Program Pasar Murah GOR Tridadi, serta Indogrosir Sleman.

Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, mengatakan secara umum ketersediaan bahan pokok di Sleman masih aman meski terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas.

"Kemudian untuk harga [bahan pangan] ya memang ada beberapa komoditas yang naik tapi masih dalam batas wajar," ujar Eling pada Senin (2/3/2026).

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan ialah daging ayam dengan rata-rata kenaikan sekitar Rp2.000. Namun, menurut Eling, kenaikan tersebut masih dalam batas terkendali.

"Kalau kenaikan harganya masih wajar kami mungkin belum ada intervensi. Tetapi kalau nanti terjadi lonjakan yang besar mungkin TPID DIY bersama Kabupaten/Kota akan melakukan operasi pasar murah, begitupun jika terjadi kelangkaan bahan pokok," tandasnya.

Dengan stok beras DIY mencapai 48.115 ton serta distribusi minyak goreng yang terus berjalan, Bulog dan TPID memastikan kebutuhan pangan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 dalam kondisi aman dan terkendali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|