Hari Susu Sedunia, Industri dan Peternak Didorong Perkuat Ekosistem Susu Nasional

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peringatan Hari Susu Sedunia yang jatuh setiap 1 Juni menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem susu nasional melalui kolaborasi antara industri, peternak, akademisi, dan pemerintah. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan susu bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor peternakan sapi perah dalam negeri.

Marketing Director PT Frisian Flag Indonesia (FFI) Intan Ayu Kartika mengatakan, konsumsi susu perlu terus didorong sebagai bagian dari pola hidup sehat masyarakat. Menurut dia, kebiasaan tersebut harus ditopang oleh rantai pasok yang kuat, mulai dari peternak hingga industri pengolahan.

Intan menjelaskan, membangun generasi yang sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari, seperti menerapkan pola makan bergizi seimbang, aktif bergerak, dan mengonsumsi susu.

"World Milk Day menjadi momentum penting bagi kami untuk kembali mengajak keluarga Indonesia membangun generasi yang lebih sehat dan penuh semangat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari, termasuk minum susu," ujar Intan dalam keterangannya.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem susu nasional tidak hanya berkaitan dengan penyediaan produk bagi konsumen, tetapi juga mencakup pemberdayaan peternak sapi perah lokal. Saat ini, FFI bekerja sama dengan koperasi susu yang menaungi lebih dari 30 ribu peternak sapi perah di berbagai wilayah Pulau Jawa.

Menurut Intan, kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan susu segar sekaligus meningkatkan kapasitas dan produktivitas peternak lokal.

Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Epi Taufik, mengatakan kualitas susu yang dikonsumsi masyarakat merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan di industri.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi pengolahan modern berperan penting dalam menjaga keamanan, kualitas, dan kandungan nutrisi susu sebelum sampai ke tangan konsumen.

"Di balik setiap produk susu yang dikonsumsi masyarakat terdapat proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern yang memastikan susu tetap aman, higienis, dan bernutrisi," kata Epi.

Menurut dia, penguatan produksi susu segar nasional membutuhkan kolaborasi yang terintegrasi antara industri, peternak, akademisi, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkuat daya saing industri susu nasional.

Pandangan serupa disampaikan Rumini, peternak sapi perah yang tergabung dalam program Young Progressive Farmers Academy (YPFA). Ia menilai peningkatan kualitas susu tidak lepas dari konsistensi peternak dalam menerapkan praktik peternakan yang baik dan berkelanjutan.

Rumini mengatakan peternak saat ini terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar melalui penerapan teknologi serta pengelolaan peternakan yang lebih modern.

"Kami para peternak terus belajar meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu segar melalui praktik peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan," ujarnya.

Pelaku industri menilai penguatan ekosistem susu nasional menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Dengan kolaborasi yang lebih kuat dari hulu hingga hilir, sektor susu diharapkan dapat berkembang lebih berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|