Peserta menghadiri acara Talkshow Hutan Wakaf di Jakarta, Kamis (30/11/2023). Sesi talkshow pertama mengangakat tema Wakaf Hutan Sebagai Salah Satu Bentuk Inovasi Pembiayaan Iklim Berbasis Filantropi Islam.
REPUBLIKA.CO.ID,ACEH BESAR — Inisiatif konservasi berbasis wakaf kembali mendapat ruang dalam penguatan kapasitas aparatur kehutanan. Hutan Wakaf diundang sebagai pemateri dalam kegiatan penyegaran bagi pegawai dan staf baru kontrak P3K di Tahura Pocut Meurah Intan, Senin (4/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Tahura kawasan Saree ini diinisiasi oleh Seksi Pengamanan dan Keanekaragaman Hayati UPTD KPHK Tahura Pocut Meurah Intan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur terhadap isu-isu konservasi dan ekologi yang menjadi fondasi dalam pengelolaan kawasan hutan lindung.
Dalam sesi bertema Konservasi dan Ekologi yang dimulai pukul 15.00 WIB, perwakilan IKHW, Firman Hadi, memaparkan perkembangan inisiatif konservasi berbasis wakaf yang berkembang di Aceh. Ia menjelaskan bahwa pendekatan wakaf tidak hanya berbasis nilai ibadah, tetapi juga mampu menjadi instrumen strategis dalam restorasi lanskap.
“Lahan kritis yang sebelumnya terdegradasi kini bertransformasi menjadi kawasan hutan dengan vegetasi beragam. Ini berdampak langsung pada meningkatnya keanekaragaman flora dan fauna,” ujar Firman.
Menurut dia, hutan wakaf dapat menjadi salah satu model pelestarian alam berbasis wakaf hutan di Indonesia. Skema ini dinilai mampu menjembatani kebutuhan konservasi jangka panjang dengan partisipasi publik, sekaligus menjamin keberlanjutan sumber daya hutan bagi generasi mendatang.
Mengutip berbagai publikasi di Inisiatif Konservasi Hutan Wakaf (IKHW) melalui platform ikhw.org, pendekatan ini mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan spiritual. Tidak hanya menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa hutan adalah amanah yang harus dijaga secara berkelanjutan.

5 hours ago
2

















































