Investor Ritel Dominasi 52 Persen Transaksi BEI, Likuiditas Pasar Menguat

4 weeks ago 20

Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kontribusi investor ritel mencapai 52 persen dari total rata-rata nilai transaksi harian pasar modal sepanjang 2026 hingga saat ini (year to date/ytd), dengan nilai perdagangan ritel sekitar Rp16 triliun per hari.

“(Investor) asing berkontribusi kira-kira 30 persen (terhadap transaksi harian) dan selebihnya adalah institusi domestik kita,” kata Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam acara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis.

Pada 2026 hingga saat ini, catat Jeffrey, total rata-rata nilai transaksi harian di bursa mencapai sekitar Rp32 triliun per hari. Adapun sepanjang 2025, rata-ratanya tercatat sebesar Rp18,1 triliun per hari.

Sejalan dengan peningkatan aktivitas tersebut, Jeffrey menyebutkan jumlah investor ritel per 11 Februari 2026 mencapai 21,3 juta.

Sejak awal tahun hingga 11 Februari 2026, terdapat penambahan sebanyak 1,3 juta investor baru. Adapun pada 2025, total penambahan investor tercatat sebanyak 5,4 juta.

Terkait rencana penyesuaian ketentuan free float menjadi minimal 15 persen, BEI menyadari adanya kekhawatiran terkait potensi tekanan dari sisi pasokan (supply) saham di pasar.

Oleh sebab itu, ujar Jeffrey, pihaknya menyatakan telah mengkaji berbagai dampak yang mungkin timbul agar implementasinya tetap terkelola dengan baik.

Dari total 956 perusahaan tercatat di bursa, sebanyak 268 emiten saat ini masih memiliki free float di bawah 15 persen. Namun jika difokuskan pada 49 perusahaan di antaranya, Jeffrey mengatakan kelompok ini telah mewakili sekitar 90 persen kapitalisasi pasar dari keseluruhan emiten yang belum memenuhi batas tersebut.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|