Iran Klaim Mampu Perang Intensif Enam Bulan di Tengah Konflik dengan AS-Israel

2 days ago 7

Drone Shahed-136 milik Iran yang digunakan menyerang Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mampu melakukan operasi tempur intensif setidaknya selama enam bulan. Hal itu disampaikan utusan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), Ali Mohammad Naini, pada Ahad (8/3/2026).

“Angkatan bersenjata Iran memiliki kemampuan untuk melancarkan perang intensif setidaknya selama enam bulan pada tingkat kecepatan saat ini,” kata Naini, seperti dikutip penyiar pemerintah Iran.

Menurut dia, persenjataan militer Iran mencakup rudal balistik berat, rudal jelajah, serta berbagai jenis drone dan kapal serang. Seluruhnya disebut siap digunakan untuk menghadapi perang berskala besar dan berkepanjangan.

“Tidak ada alasan untuk khawatir,” kata Naini.

Ia juga menambahkan Iran berencana menggunakan rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan dalam beberapa hari mendatang.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel pada awalnya menyatakan serangan preemptive tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun kemudian keduanya menyatakan ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer tersebut. Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer Amerika Serikat-Israel dan menyerukan de-eskalasi segera serta penghentian permusuhan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|