IRGC Buru Tentara AS Hingga ke Tempat Persembunyian, Warga Timteng Diminta Jauhi Gedung Tertentu

6 hours ago 3

US Peti mati tentara AS yang tewas terbunuh dalam perang Iran saat tiba di Pangkalan Udara Dover di Dover, Delaware, AS, Rabu (22/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Jumat (24/7/2026) seperti dikutip Yeni Safak, mengimbau warga di kawasan Timur Tengah hindari gedung-gedung yang diduga dijadikan tempat persembunyian oleh tentara Amerika Serikat (AS). IRGC mengeklaim pasukan AS terpaksa diungsikan dari pangkalan dan "telah meninggalkan pangkalan-pangkalan mereka ke gedung-gedung di area padat penduduk."

Menurut IRGC, warga sipil harus "segera berada dalam jarak sedikitnya 500 meter" dari lokasi-lokasi tempat tentara AS berada, sembari mengingatkan bahwa infrastuktur atau gedung tersebut menjadi target sah untuk diserang. Perintah IRGC itu dikeluarkan berdasarkan hasil asesmen yang menyimpulkan bahwa saat ini AS memindahkan infrastruktur komandonya ke pusat kota di Timur Tengah.

IRGC menuduh pasukan AS telah menargetkan infrastruktur sipil di Iran, termasuk jembatan, galangan kapal, kapal-kapal, dan rel kereta mengalami kerusakan. Tudingan Iran itu menunjukkan meluasnya dampak konflik melebihi aset militer.

Pernyataaan pada Jumat menjadi imbauan langsung dari IRGC yang jarang diberikan kepada warga di Timur Tengah. Pusat Komando AS (CENTCOM) tidak merespons tuduhan Iran tersebut saat laporan ini dibuat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|