Asap mengepul di pusat kota Teheran, Iran, setelah serangan Israel, Sabtu (28/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan umatnya tentang sebuah tanda kiamat, yakni bangsa-bangsa lain bersatu dan menyerang negara-negara Muslim, meskipun jumlah kaum muslimin saat itu sangat besar. Fenomena ini digambarkan Rasulullah SAW sebagai umat yang banyak secara jumlah, namun kehilangan kekuatan karena penyakit wahn, yakni cinta dunia dan takut mati, sebuah peringatan yang dalam lintasan sejarah berkali-kali menemukan pembenarannya.
Tsauban Radhiyallahu anhu berkata, "Rasulullah SAW bersabda: Hampir saja bangsa-bangsa memangsa kalian sebagaimana orang-orang lapar menghadapi meja penuh hidangan."
"Seseorang bertanya: Apakah saat itu jumlah kami sedikit?"
"Rasulullah SAW menjawab: Bahkan saat itu jumlah kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah sungguh akan mencabut rasa takut kepada kalian dari dada musuh kalian, dan Allah sungguh akan mencampakkan penyakit wahn ke dalam hati kalian."
"Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apa itu wahn?”
"Rasulullah SAW menjawab: Cinta dunia dan takut mati." (HR Imam Abu Dawud)
Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa'ah al-hasyru wa qiyamus sa'ah menerangkan, berita yang disampaikan Rasulullah benar-benar telah terjadi lebih dari sekali dalam lintasan sejarah kaum muslimin. Berbagai bangsa telah berkonspirasi terhadap kaum muslimin serta menyerang mereka di negeri-negeri mereka. Padahal sebelumnya umat Islam memiliki kemuliaan, kekuatan, dan kekokohan.

3 hours ago
1













































