Proses evakuasi gerbong KRL Commuterline yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Berdasarkan data terbaru, tercatat 14 orang meninggal dunia. Seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polisi melakukan serangkaian pemeriksaan guna menggali penyebab kecelakaan kereta di Bekasi. Seorang sopir taksi online Green SM yang mogok di Stasiun Bekasi Timur menjadi salah satu yang diperiksa.
Taksi tersebut diduga memicu kecelakaan setelah mogok di perlintasan kereta hingga tertemper oleh KRL. Pemeriksaan ini berlangsung selama dua hari.
"Untuk driver taksi online dimintai keterangan kemarin, Selasa dan Rabu, di Polres Metro Bekasi Kota," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Walau demikian, polisi belum merinci hasil pemeriksaan tersebut. Polda Metro Jaya terus mengusut kasus kecelakaan tersebut dengan menggali keterangan petugas KAI, termasuk masinis yang bertugas saat itu.
"Untuk agenda pemeriksaan petugas (masinis, petugas stasiun, Polsuska) dari PT KAI akan dilaksanakan di kantor PT KAI pada Kamis hari ini," ujar Budi.
sumber : ANTARA

3 hours ago
1














































