REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wisatawan mancanegara yang datang ke Korea Selatan untuk menghadiri konser grup K-pop BTS pada Maret hingga awal April tercatat tinggal lebih lama dan membelanjakan uang jauh lebih besar dibandingkan turis rata-rata. Hal ini terungkap dari data yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea.
Kementerian tersebut, bekerja sama dengan Korea Culture and Tourism Institute serta Korea Tourism Organization, melakukan survei terhadap penonton konser sekaligus menganalisis data telekomunikasi dan transaksi kartu untuk mengukur dampak ekonomi dari acara besar K-culture terhadap pariwisata masuk (inbound tourism).
Dikutip dari Korea Times, Kamis (30/4/2026), pengunjung asing yang menghadiri konser di Gwanghwamun Square pada 21 Maret rata-rata tinggal selama 8,7 hari dan menghabiskan sekitar 3,53 juta won (sekitar 2.391 dolar AS atau di kisaran Rp 44 juta), jauh di atas rata-rata wisatawan umum. Sementara itu, penonton konser di Goyang Stadium pada 9, 11, dan 12 April tercatat tinggal rata-rata 7,4 hari dengan pengeluaran 2,91 juta won atau sekitar Rp 35 juta.
Banyak di antara mereka juga memperpanjang perjalanan untuk mengunjungi berbagai lokasi program BTS THE CITY Seoul, seperti Yongsan, Myeongdong, Dongdaemun Design Plaza, hingga National Museum of Modern and Contemporary Art. Dampak terhadap ekonomi lokal di sekitar Stadion Goyang juga terlihat sangat signifikan. Data telekomunikasi dan transaksi kartu di kawasan Daehwa-dong, Ilsan, menunjukkan jumlah wisatawan asing selama tiga hari konser melonjak hingga 35 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara nilai belanja meningkat hingga 38 kali lipat.
Temuan ini muncul setelah rapat Dewan Strategi Pariwisata Nasional pada 25 Februari lalu, di mana pemerintah Korea Selatan memaparkan rencana untuk memanfaatkan K-culture guna mendorong pariwisata masuk sekaligus menghidupkan kembali destinasi regional.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kebudayaan bersama Korea Tourism Year Committee akan menggelar program “welcome week” pada 1–15 Juni, bertepatan dengan konser BTS di Busan pada 12 dan 13 Juni. Inisiatif yang lebih luas juga mencakup dukungan untuk empat konser K-pop regional, dua pameran pengalaman K-culture yang terhubung dengan acara tersebut, serta pengembangan berkelanjutan rute wisata Hallyu yang berbasis lokasi syuting drama Korea dan video musik.
Seorang pejabat kementerian menyatakan, yang terpenting adalah tidak hanya menjadikan konser sebagai produk wisata tunggal, tetapi juga mengaitkan K-culture dengan konten pariwisata daerah agar kunjungan ke wilayah metropolitan Seoul dapat meluas ke daerah lain. “Kami akan secara aktif mendukung kondisi agar wisatawan asing yang datang khusus untuk pengalaman K-culture dapat beralih menjadi wisatawan dengan durasi tinggal lebih panjang,” ujarnya.

2 hours ago
1














































