REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak pemilik mobil lebih memperhatikan kondisi mesin, ban, atau rem saat melakukan perawatan kendaraan. Padahal, ada satu komponen penting yang berperan besar terhadap kenyamanan sekaligus keselamatan berkendara, yakni rack steer.
Komponen ini merupakan bagian utama dari sistem kemudi yang bertugas meneruskan putaran setir menjadi pergerakan roda depan. Saat bekerja dengan baik, rack steer membantu pengemudi mengendalikan kendaraan secara stabil, presisi, dan responsif dalam berbagai kondisi jalan.
Sebaliknya, ketika performanya mulai menurun, kualitas kendali kendaraan juga dapat ikut terpengaruh. Respons setir menjadi kurang akurat, arah kendaraan terasa tidak presisi, hingga muncul rasa limbung atau tidak stabil saat melaju pada kecepatan tertentu.
Asisten Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales, Hariadi, menjelaskan bahwa rack steer memiliki peran vital dalam sistem kemudi kendaraan.
“Rack steer merupakan komponen utama pada sistem kemudi yang meneruskan putaran setir menjadi pergerakan roda depan. Saat bekerja optimal, komponen ini membantu pengemudi memperoleh kendali arah secara stabil, presisi, dan responsif dalam berbagai kondisi jalan,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Karena itu, pengemudi perlu memahami tanda-tanda awal ketika rack steer mulai mengalami gangguan. Salah satu gejala yang paling sering dirasakan adalah setir terasa kurang stabil atau tidak kembali ke posisi semula secara sempurna setelah kendaraan berbelok.
Selain itu, arah mobil dapat terasa sulit dijaga tetap lurus meski setir berada pada posisi normal. Pada beberapa kasus, muncul bunyi dari area bawah kendaraan saat melewati jalan bergelombang atau berlubang.
Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah respons kemudi yang terasa lebih berat atau berubah-ubah. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi memengaruhi keselamatan apabila dibiarkan dalam waktu lama.

1 hour ago
2

















































