Jateng Siapkan 12 Kawasan Industri Baru Kejar Investasi

3 hours ago 1

Jateng Siapkan 12 Kawasan Industri Baru Kejar Investasi

Foto ilustrasi investasi. - Freepik

Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sedikitnya 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) baru guna memperkuat iklim investasi di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat masuknya investasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang terus meningkat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan kawasan industri dan KEK yang tengah disiapkan tersebar di sejumlah daerah strategis, mulai dari Kabupaten Cilacap, Banyumas, Sragen, Demak, hingga Rembang. Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan dukungan dan arahan pemerintah pusat agar proses realisasinya dapat berjalan lebih cepat.

"Kami siapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus. Maka kita minta di-guidance (diarahkan) oleh pemerintah pusat agar bisa cepat," kata Ahmad Luthfi dalam kegiatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng bersama Pemprov Jateng di Semarang, Senin.

Ia menjelaskan penyiapan kawasan industri dan KEK tersebut merupakan bentuk collaborative government antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kolaborasi itu dinilai penting untuk mempercepat kesiapan lahan, perizinan, hingga regulasi penunjang investasi.

"Dengan guidance dari pusat kan segera cepat. Jadi, investornya ada, tempatnya sudah kita siapkan, perizinan regulasi semua dari sana, kita tinggal buat," katanya.

Ahmad Luthfi menegaskan sektor investasi akan terus didorong karena memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah.

Berdasarkan data triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 92.000 orang. Sementara itu, sepanjang 2025 total investasi di provinsi tersebut tercatat mencapai Rp110 triliun.

Menurut dia, tingginya capaian investasi turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 menjadi 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional yang mencapai 5,61 persen.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah yang mulai menyiapkan 12 kawasan industri dan KEK baru sebagai strategi mempercepat realisasi investasi nasional.

"Kawasan industri itu adalah salah satu strategi kita dalam mempercepat pertumbuhan dan realisasi investasi. Jadi saya setuju, dan ini adalah tantangan besar bagi Jateng untuk kita perbanyak jumlah kawasan industrinya," katanya.

Todotua menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk pengembangan kawasan industri karena didukung luas wilayah dan sumber daya daerah yang memadai. Karena itu, pemerintah pusat juga mendorong penguatan strategi interline logistik dan pembangunan infrastruktur penunjang industri di wilayah tersebut.

"Strategi interline logistik ini juga kita dorong untuk pengembangan infrastruktur ke arah industri. Ini tantangan besar Jawa Tengah untuk menambah kawasan industri. Kalau ada kawasan industri, perizinan akan lebih mudah dan cepat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|