
Susana Forum Konsultasi Publik yang digelar RSUD Panembahan Senopati Bantul di Aula Bank Bantul, Rabu (24/6/2026)./ Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Sistem rujukan pasien dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih menjadi tantangan yang kerap muncul dalam pelayanan kesehatan di RSUD Panembahan Senopati (RSPS) Bantul. Beragam kendala di lapangan dinilai perlu mendapat perhatian bersama agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan RSUD Panembahan Senopati Bantul di Aula Bank Bantul, Rabu (23/6/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BPJS Kesehatan, puskesmas, hingga organisasi masyarakat.
Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, Atthobari, menjelaskan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bantul tersebut memiliki peran penting sebagai fasilitas rujukan yang wajib memberikan layanan kesehatan secara efektif, efisien, aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan evaluasi berkelanjutan, inovasi layanan, serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan.
Karena itu, pihak rumah sakit menggelar Forum Konsultasi Publik sebagai sarana menyerap masukan sekaligus membahas berbagai persoalan yang masih muncul dalam pelaksanaan sistem rujukan.
“Forum Konsultasi Publik ini untuk menyosialisasikan standar pelayanan rujukan yang berlaku di RSUD Panembahan Senopati Bantul serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai sistem rujukan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” kata Atthobari.
Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, forum tersebut juga bertujuan menghimpun aspirasi, kritik, saran, dan harapan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan sesuai kebutuhan pengguna layanan.
Atthobari mengakui masalah rujukan masih cukup sering ditemukan dalam praktik pelayanan sehari-hari. Salah satu penyebabnya adalah belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai regulasi yang berlaku, termasuk kriteria kondisi gawat darurat yang menjadi dasar penjaminan layanan oleh BPJS Kesehatan.
Menurutnya, sejumlah aturan baru yang diterapkan BPJS Kesehatan juga masih memerlukan sosialisasi lebih luas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan peserta JKN.
Salah satu ketentuan yang kini berlaku adalah satu kunjungan rawat jalan hanya dapat diklaim sebagai satu episode pelayanan, meskipun pasien mendapatkan pemeriksaan atau rujukan ke lebih dari satu poli dalam waktu yang sama.
“Beberapa kondisi pasien tidak bisa dijamin oleh BPJS Kesehatan, misalnya tindakan medis atau penunjang atas permintaan pasien atau keluarga sendiri sehingga tidak sesuai indikasi medis,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah kondisi lain yang juga tidak masuk dalam cakupan penjaminan BPJS Kesehatan, seperti kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, kasus perundungan, kekerasan seksual, maupun cedera akibat aktivitas tertentu yang dikategorikan sebagai hobi berisiko tinggi.
Selain itu, pasien yang datang untuk kontrol lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan dalam surat kontrol juga tidak dapat dijamin pembiayaannya oleh BPJS Kesehatan.
“Pasien kontrol yang datang memeriksakan diri sebelum jadwal yang ditetapkan dalam surat kontrol ke depan tidak dapat dijamin BPJS Kesehatan,” sambung Atthobari.
Melalui forum tersebut, pihak rumah sakit berharap dapat memperoleh berbagai masukan konstruktif dari masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai bahan perbaikan layanan ke depan. Seluruh hasil diskusi akan menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan efektivitas sistem rujukan di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Dalam kegiatan itu turut hadir perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Jogja, Heri Susilo Widodo, yang memaparkan mekanisme sistem rujukan serta implementasinya dalam Program JKN. Forum juga diikuti oleh perwakilan Jasa Raharja, kepala puskesmas se-Kabupaten Bantul, lembaga swadaya masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan yang selama ini terlibat dalam pelayanan publik bidang kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































