REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Jusuf Kalla mengajak seluruh pengelola masjid di Indonesia untuk menggelar doa bersama dan membaca Qunut Nazilah pada pelaksanaan sholat Jumat.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu sebagai bentuk doa bersama bagi perdamaian di berbagai wilayah dunia yang tengah dilanda konflik.
"Kami mengharapkan seluruh masjid di Indonesia pada sholat Jumat besok dapat memanjatkan doa dan membaca Qunut Nazilah agar konflik-konflik yang terjadi di dunia dapat segera mendapatkan penyelesaian serta menghadirkan kedamaian," kata Jusuf Kalla melalui keterangan di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
JK mengatakan momentum bulan suci Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT, terutama bagi negara-negara yang sedang mengalami konflik. Ia menilai saat ini dunia Islam menghadapi berbagai permasalahan dan ketegangan di sejumlah kawasan, khususnya di Iran, serta dampaknya yang meluas hingga negara-negara lain seperti Pakistan, Afghanistan, Kuwait, Arab Saudi, hingga Palestina.
JK berharap agar Allah SWT segera mengabulkan doa umat Muslim di Indonesia, agar masyarakat di wilayah-wilayah konflik diberikan keselamatan, kekuatan, serta tercipta perdamaian yang berkelanjutan."Semoga dalam bulan Ramadan ini kita semua diberikan kekuatan dan dunia Islam, khususnya di Iran, Timur Tengah, dan Palestina, dapat memperoleh kedamaian dari Allah SWT,"ujar dia.
Jusuf Kalla juga berharap umat Islam dapat memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Instruksi PBNU
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan seluruh jajaran dan warga NU untuk menggalakkan kembali pembacaan Qunut Nazilah dalam setiap shalat fardhu. Instruksi ini dikeluarkan menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Surat bernomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026 tertanggal 11 Ramadhan 1447 H atau 1 Maret 2026 M tersebut ditujukan kepada Pengurus Wilayah NU se-Indonesia, Pengurus Cabang NU, Pengurus Cabang Istimewa NU, pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMI NU, serta takmir masjid dan mushala di lingkungan NU.
Dalam surat itu, PBNU menyampaikan bahwa instruksi ini merupakan respons atas perkembangan situasi global yang memprihatinkan. Seluruh warga NU diminta menghidupkan kembali pelaksanaan Qunut Nazilah sebagaimana pedoman yang dilampirkan dalam surat tersebut.
"Kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menggalakkan kembali pelaksanaan Qunut Nazilah. Doa Qunut Nazilah agar dibaca pada rakaat terakhir dalam setiap shalat fardhu, termasuk Shalat Jumat," dikutip dari surat resmi itu pada Senin (2/3/2026).
sumber : Antara

2 hours ago
2

















































