Jutaan Lapangan Kerja Baru Disiapkan, Ini Sektor Andalan Pemerintah

4 hours ago 1

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah terus memacu penciptaan lapangan kerja baru dengan mengandalkan sejumlah sektor strategis yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Fokus utama diarahkan pada hilirisasi industri, ketahanan pangan, hingga ekonomi hijau yang menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengungkapkan bahwa saat ini penyerapan tenaga kerja masih didominasi sektor tradisional seperti pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.

Namun, pemerintah mulai menggeser strategi dengan memperluas basis penciptaan kerja melalui sektor prioritas yang tertuang dalam rencana strategis ketenagakerjaan nasional.

“Hilirisasi industri menjadi sektor yang terus didorong karena mampu menciptakan lapangan kerja baru dengan kebutuhan tenaga kerja yang besar dan lebih terampil,” kata Anwar, Kamis (21/5/2026).

Hilirisasi Jadi Tulang Punggung Ekonomi Baru

Menurut Anwar, hilirisasi industri memainkan peran penting dalam transformasi ekonomi Indonesia. Pengolahan sumber daya alam seperti nikel, tembaga, dan bauksit tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga membuka peluang kerja luas bagi tenaga kerja terampil.

Sektor ini menjadi salah satu kunci dalam mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Ketahanan Pangan hingga Program MBG Ikut Serap Tenaga Kerja

Selain industri, sektor ketahanan pangan juga menjadi prioritas. Pemerintah mengembangkan berbagai program seperti modernisasi pertanian berbasis teknologi (smart farming), pembangunan food estate, hingga penguatan sektor agromaritim.

Menariknya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masuk dalam klaster ini karena berdampak luas terhadap rantai ekonomi, mulai dari pertanian, perikanan, hingga sektor jasa makanan dan akomodasi.

Langkah ini diyakini mampu menciptakan efek berganda dalam penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

Ekonomi Hijau Diproyeksikan Serap Jutaan Tenaga Kerja

Peluang besar juga datang dari sektor ekonomi hijau atau green jobs. Pemerintah memproyeksikan jutaan pekerjaan baru akan tercipta dari sektor ini dalam beberapa tahun ke depan.

“Outlook Ketenagakerjaan 2026 memproyeksikan terciptanya 3,88 juta pekerjaan hijau, terutama di bidang energi terbarukan, pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, hingga teknisi kendaraan listrik,” ujar Anwar.

Selain itu, pengembangan ekonomi digital dan kreatif juga terus dipacu melalui peningkatan literasi digital dan penguatan talenta teknologi untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi platform.

Target Ambisius Pemerintah hingga 2027

Pemerintah juga menyiapkan program tambahan seperti pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 2 juta tenaga kerja.

Sementara itu, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membuka lapangan kerja secara besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami juga akan membuka lapangan kerja secara besar-besaran. Ditargetkan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81% di tahun 2027 dari sebelumnya 35% di tahun 2026, atau naik 5,81%,” ujar Prabowo.

Arah Baru Ketenagakerjaan Indonesia

Dengan strategi ini, pemerintah berharap tidak hanya menekan angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia agar lebih kompetitif.

Transformasi menuju sektor-sektor modern seperti hilirisasi dan ekonomi hijau menjadi sinyal kuat bahwa masa depan ketenagakerjaan Indonesia akan lebih berbasis pada keterampilan, teknologi, dan keberlanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|