
Bupati Sleman Harda Kiswaya - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN — Proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman memasuki tahap akhir. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, telah mengantongi tiga nama kandidat kuat yang akan menggantikan Susmiarto yang segera memasuki masa purna tugas pada 1 Juni 2026.
Tiga nama tersebut merupakan hasil seleksi ketat berbasis sistem manajemen talenta dari Badan Kepegawaian Negara. Mereka adalah Dwi Anta Sudibya, Abu Bakar, dan Budi Santosa.
Kini, keputusan akhir berada di tangan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur DIY yang akan memberikan persetujuan sebelum penetapan resmi.
“Proses administrasi di tingkat pusat telah rampung seiring rekomendasi dari BKN. Saya tinggal lapor ke Ngarsa Ndalem untuk menentukan satu nama dari tiga calon yang direkomendasikan sebagai Sekda Kabupaten Sleman,” kata Harda, Kamis (21/5/2026).
Seleksi Ketat, 10 Nama Disaring Jadi 3 Besar
Tiga kandidat tersebut merupakan hasil penyaringan dari total 10 pejabat yang mengikuti uji kompetensi. Proses seleksi kali ini berbeda dari sebelumnya karena menggunakan sistem manajemen talenta berbasis data kinerja dan potensi ASN.
Menurut Kepala Bidang Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan BKPP Sleman, Yanuar Purnomo Putro, sistem ini menilai ASN tanpa pendaftaran langsung.
Data rekam jejak kinerja, kompetensi, dan potensi pegawai dianalisis melalui aplikasi milik BKN, lalu dipetakan dalam sembilan kategori talenta.
“Pegawai dengan potensi dan kinerja terbaik masuk kategori tertinggi dan dipilih sebagai kandidat pengisi jabatan strategis,” jelas Yanuar.
Selain tiga nama yang lolos, terdapat tujuh pejabat lain yang ikut bersaing, di antaranya Budi Pramono, Heri Kuntadi, Triana Wahyuningsih, Mustadi, Arifin, Wisnu Murti Yani, hingga Nur Fitri Handayani.
Budi Santosa Disebut Unggul Secara Akademis
Dari tiga kandidat yang tersisa, nama Budi Santosa disebut memiliki keunggulan di bidang akademik. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa sistem seleksi berbasis talenta berjalan objektif dan transparan.
“Lewat sistem manajemen talenta dan uji kompetensi, nama Budi Santosa masuk tiga besar. Budi Santosa kuat di bidang akademis. Hal tersebut membuktikan bahwa pola baru berbasis sistem manajemen talenta benar-benar objektif,” ujar Harda.
Target Dilantik Awal Juni 2026
Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan Sekda terpilih dapat segera dilantik pada 2 Juni 2026, atau sehari setelah Susmiarto resmi pensiun.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak terjadi kekosongan jabatan strategis di lingkungan birokrasi Pemkab Sleman.
Transisi kepemimpinan yang cepat dinilai penting agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal, terutama dalam pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan.
Dengan tinggal menunggu restu Sultan, publik kini menanti siapa sosok yang akan menduduki kursi Sekda Sleman dan memegang peran kunci dalam mengawal jalannya pemerintahan daerah ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































