Kapolda Papua Tengah Dorong Pengembangan Layanan Gizi untuk Ibu dan Balita di Nabire

6 hours ago 8

Kapolda minta SPPG di Nabire kembangkan pelayanan kepada 3B.

REPUBLIKA.CO.ID, NABIRE, – Kapolda Papua Tengah, Irjen Pol Jermias Rontini mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire untuk memperluas program pemenuhan gizi dengan menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Imbauan ini disampaikan saat kunjungannya ke Dapur SPPG 003 Siriwini, Nabire, pada Senin.

Polda Papua Tengah terus memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire. Kapolda Rontini menekankan pentingnya pendataan calon penerima manfaat dari kelompok 3B agar dapat dimasukkan dalam program pelayanan gizi tersebut.

Ia juga mengingatkan pengelola SPPG untuk menjaga kebersihan dapur dan memastikan operasional sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). "Mekanisme penyaluran serta bangunan setiap SPPG harus sesuai dengan standar dari BGN," ujarnya.

Saat ini, Dapur SPPG 003 Siriwini melayani sekitar 2.000 penerima manfaat, mayoritas siswa sekolah. Oleh karena itu, standar operasional yang baik sangat diperlukan untuk memastikan dampak maksimal bagi para penerima manfaat sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Laporan Dugaan Keracunan Makanan

Kunjungan Kapolda Jermias Rontini juga bertujuan untuk meninjau kondisi SPPG setelah adanya laporan dugaan keracunan makanan di Nabire. Koordinator Wilayah BGN Papua Tengah, Marsel Asyerem, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah laporan gejala diare, muntah, dan pusing yang dialami beberapa orang setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Laporan sementara menunjukkan 23 orang mengalami gejala tersebut, sebagian besar adalah anggota keluarga penerima manfaat. Makanan basah MBG seharusnya dikonsumsi langsung di sekolah dan dilarang dibawa pulang karena berpotensi menurun kualitasnya.

Saat ini, mereka mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Nabire. Beberapa di antaranya didiagnosis dengan penyakit tifus oleh klinik setempat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|