Kapolri Cup 2026 Hadirkan Atlet Umum, Polri, dan Difabel dalam Satu Kejuaraan Bulu Tangkis

10 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026. Turnamen yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui olahraga.

"Ini menjadi sarana membangun sportivitas, kebersamaan, serta mempererat sinergi Polri dengan masyarakat dan para stakeholder," ujar Ramadhan, Humas Kapolri Cup dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/7/2026) sore.

Kapolri Cup 2026 diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk menghadirkan ajang olahraga yang inklusif dengan memberikan kesempatan kepada atlet disabilitas berpartisipasi dalam kompetisi nasional, sekaligus mendukung pembinaan bulu tangkis Indonesia.

Kejuaraan akan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 di tiga lokasi, yakni GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), GOR Duren Sawit, dan GOR Kecamatan Pondok Bambu.

Kapolri Cup 2026 mempertandingkan kelompok umur 15 tahun, 17 tahun, dan 19 tahun. Selain kategori umum, turnamen juga mempertandingkan kategori Polri yang diikuti regu dari Polda dan satuan kerja di Mabes Polri, serta kategori difabel (disabilitas).

Tercatat sebanyak 591 peserta ambil bagian pada kategori umum. Sementara kategori Polri diikuti 558 peserta yang tergabung dalam 62 regu, sedangkan kategori difabel turut menghadirkan para atlet terbaik dari berbagai daerah.

Ketua Panitia Pelaksana Kapolri Cup 2026 yang juga Sekjen PP PBSI, Ricky Soebagdja, optimistis kejuaraan tahun ini berlangsung kompetitif sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial. Ia juga mengapresiasi keterlibatan atlet difabel dalam turnamen tersebut.

Menurut Ricky, penyelenggaraan Kapolri Cup untuk ketiga kalinya menjadi bagian dari rangkaian Sirkuit Nasional (Sirnas) PBSI. Ia menyampaikan terima kasih kepada Polri yang terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet usia muda melalui ajang tersebut.

"Manfaatkan kesempatan ini sebagai ajang pemantauan. Kami berharap para peserta nantinya mendapat peluang mengikuti seleksi nasional dan mengumpulkan poin nasional," kata Ricky.

Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Ukun Rukaendi menyebut keikutsertaan atlet difabel dalam Kapolri Cup 2026 sebagai sebuah sejarah bagi NPC Indonesia. Menurut dia, pemberian ruang bagi atlet disabilitas untuk tampil di kompetisi nasional merupakan bentuk pengakuan terhadap kesetaraan.

Ia berharap kesempatan tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini, melainkan terus berlanjut sehingga keberadaan atlet disabilitas semakin dikenal masyarakat Indonesia dan mampu menunjukkan kontribusinya bagi bangsa.

Sebanyak 10 NPC provinsi mengirimkan sekitar 70 atlet para bulu tangkis terbaik yang akan bertanding dalam enam kategori. Selain menjadi salah satu ajang paling bergengsi di luar Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas), kejuaraan ini juga diikuti atlet paralimpiade, atlet nasional, hingga atlet pelajar potensial.

Menurut Ukun, Kapolri Cup 2026 sekaligus menjadi sarana memantau kekuatan NPC daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Para Games Nagoya 2026 yang akan berlangsung sekitar tiga bulan mendatang.

"Ajang ini sangat penting untuk melihat kekuatan NPC daerah sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Asian Para Games Nagoya 2026," ujar Ukun.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|