Karhutla Bromo Padam, Tim Gabungan Tetap Siaga Pantau Titik Asap

4 hours ago 4

Newswire

Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 22:07 WIB

Karhutla Bromo Padam, Tim Gabungan Tetap Siaga Pantau Titik Asap

Araip Foto - Area padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA/Ananto Pradana\r\n

Harianjogja.com, MALANG— Tim gabungan masih disiagakan di kawasan Gunung Bromo untuk mengantisipasi munculnya titik asap baru meski kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah telah berhasil dipadamkan.

Komandan Sektor (Dansektor) Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan pemantauan tetap dilakukan karena masih terdapat kemungkinan bara api tersimpan di dalam humus atau lapisan tanah bagian atas.

"Kami tetap melakukan pemantauan karena bara api dapat tersimpan di dalam tanah," kata Wahyu dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026).

Menurut dia, sisa bara tersebut berpotensi kembali menimbulkan asap sehingga petugas belum sepenuhnya meninggalkan lokasi.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Wahyu mengatakan penyebab awal kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib. Ia meminta masyarakat tidak menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan keluar.

"Untuk penyebab kebakaran kami masih menunggu proses penyelidikan, khususnya dari Polri dan kami tidak ingin menyampaikan secara prematur. Namun, berdasarkan analisa sementara faktor alam kemungkinan kecil karena kondisi kawasan cukup dingin, terutama di ketinggian," ujarnya.

Sejumlah titik api sebelumnya muncul dan membakar kawasan Gunung Bromo, termasuk wilayah Kabupaten Probolinggo. Hingga Minggu, petugas tidak menemukan indikasi titik api baru di wilayah tersebut.

Titik api juga sempat ditemukan di wilayah Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Bongkah dan meluas hingga Bukit Dingklik, Punggu Naga, Pakis Bincis, Bukit Cinta, dan Bukit Kingkong.

Pemadaman dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara menggunakan metode water bombing.

Medan Terjal Jadi Kendala Pemadaman

Wahyu mengatakan kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman. Area yang datar relatif lebih mudah ditangani, sementara lokasi dengan kemiringan dan berada di ketinggian sulit dijangkau.

"Kalau wilayahnya datar relatif mudah kami tangani, kendala utama adalah perengan (area berkemiringan) dan ketinggian dimana ketika air dijatuhkan dari atas tidak sampai ke titik api, sementara dari bawah juga sulit menjangkaunya," katanya.

Petugas juga terus melakukan pengamanan agar api tidak bergerak menuju kawasan wisata, termasuk Penanjakan dan Seruni Point serta sejumlah destinasi lainnya.

Berdasarkan pemantauan udara pada Minggu pagi, masih ditemukan indikasi satu titik asap di kawasan berketinggian. Petugas kemudian melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi penyebaran api.

1.500 Personel Dikerahkan

Sekitar 1.500 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla di kawasan Bromo. Mereka terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Perhutani, pemadam kebakaran, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat.

Wahyu mengatakan operasi darat masih membutuhkan tambahan peralatan portable yang dapat dibawa ke medan sulit. Dalam kondisi tertentu, petugas masih menggunakan peralatan manual untuk menangani bara di dalam tanah.

"Untuk operasi darat kami masih membutuhkan tambahan peralatan portable yang bisa dibawa masuk ke medan sulit. Selama ini dalam kondisi tertentu masih menggunakan peralatan manual, seperti gepyok dan penggaruk untuk membuka tanah dan memutus bara," tuturnya.

Tim gabungan akan terus melakukan pemantauan hingga kawasan Bromo dipastikan aman dari potensi munculnya kembali titik api.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|