Kasihan Petani RI! Ternyata Harga Gabah Masih Ada yang di Bawah HPP

3 days ago 12

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah sudah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per Kg. Namun, ternyata di lapangan masih ada yang jauh lebih tinggi. Bahkan rata-rata nasional harga gabah kering panen (GKP) telah mencapai Rp 6.573/kg.

"Harga gabah kering panen di tingkat petani telah mencapai harga Rp 6.573 per kilogram rata-rata nasional. Alhamdulillah sudah sedikit di atas HPP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram," kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy di Komisi IV DPR RI, Senin (24/3/2025).

Meski demikian, ada sejumlah daerah yang di bawah HPP, diantaranya Lampung, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, hingga Sumatra Selatan. Harga GKP di keempat daerah tersebut berkisar Rp 6.233-6.429/kg.

"Berdasarkan data, ada beberapa provinsi seperti Lampung, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan yang harganya masih di bawah HPP," sebut Sarwo Edhy.

Ia berjanji akan mendorong harga gabah sesuai aturan pemerintah agar meningkatkan kesejahteraan bagi petani.

"Kami akan terus berupaya agar GKP di tingkat petani sesuai dengan arahan Bapak Presiden sebesar Rp 6.500 per kilogram sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat," ujar Sarwo Edhy.

Kebijakan menaikkan harga CBP tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025 yang menggantikan Keputusan sebelumnya. Selain itu, kebijakan ini juga menghilangkan rafaksi harga gabah, yang selama ini menjadi kendala dalam harga jual gabah petani.

Penetapan HPP GKP yang lebih tinggi diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi petani, sehingga mereka tetap semangat berproduksi untuk mendukung swasembada pangan.

RDP Komisi IV DPR dengan pejabat Kementan, Senin (24/3/2025). (Dok Kementan)Foto: RDP Komisi IV DPR dengan Kementan dan Bapanas, Senin (24/3/2025). (Dok Kementan)
RDP Komisi IV DPR dengan Kementan dan Bapanas, Senin (24/3/2025). (Dok Kementan)


(dce)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Musim Tanam Sudah Dekat, Ini Kesiapan Pasokan Pupuk Bersubsidi

Next Article Daya Beli Petani Naik Lebih Cepat Ketimbang Biaya Produksi

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|