Seorang Siswa SDN Cibabat Mandiri 3 Kota Cimahi, Jawa Barat Menjalani Penyuntikan Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) dalam Rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat peningkatan penyakit campak yang cukup signifikan. Hingga pertengahan April ini, tercatat sudah ada 237 kasus suspek campak, dengan 28 orang di antaranya terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pengujian di laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati mengatakan sebagian besar kasus terjadi pada kelompok anak-anak. Kasusnya tersebar di 13 kelurahan di Kota Cimahi. Meski demikian, ia memastikan seluruh pasien dilaporkan telah membaik tanpa adanya kasus kematian.
"Ada kenaikan memang kasusnya. Awal April itu 155 kasus suspek dan 16 positif. Sekarang sudah 237 kasus suspek dan 28 itu positif. Kebanyakan anak-anak. Tapi sekarang alhamdulillah sudah sembuh," ungkap Mulyati saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).
Dari kasus yang terkonfirmasi positif, terang dia, mayoritas belum pernah mendapatkan imunisasi campak atau vaksin MR (campak-rubbela). Sehingga Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau agar para orang tua membawa anaknya untuk mendapatkan vaksin MR.
Mulyati menegaskan, imunisasi merupakan cara paling efektif sebagai penangkal campak. Sebab, vaksin tersebut bisa menambah kekebalan tubuh anak. Jadwal dasar diberikan pada usia bayi 9 bulan, dilanjutkan booster pada usia di bawah 2 tahun atau 18 bulan dan 5-7 tahun pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
"Imunisasi bisa dilakukan di rumah sakit, Puskesmas, klinik sampai bidan mandiri juga ada. Tahun 2025 cakupan IDL (imunisasi dasar lengkap) di kita sudah di atas 95 persen," kata dia.

2 hours ago
3














































