REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Serangkaian kemenangan dalam pemilihan pendahuluan (primary) yang diraih oleh kandidat yang kritis terhadap agresi Israel di Gaza—telah menyoroti pergeseran yang kian nyata di dalam Partai Demokrat, Ini terjadi khususnya di Kota New York, tempat dukungan terhadap Israel selama ini dianggap sebagai suatu keharusan politis.
Menurut laporan Politico, para kandidat yang secara terbuka mengkritik tindakan Israel di Gaza dan menantang pengaruh kelompok lobi pro-Israel berhasil memenangkan sejumlah pemilihan pendahuluan kongres yang menjadi sorotan pada Selasa, dengan mengalahkan lawan-lawan yang berafiliasi dengan elite partai.
Hasil tersebut, sebagaimana dicatat oleh Politico, merupakan perkembangan signifikan di "kota dengan populasi Yahudi terbesar di Amerika" dan dapat membawa dampak yang melampaui wilayah New York saat Partai Demokrat bersiap menghadapi pemilihan umum di masa mendatang.
Kandidat-kandidat yang memenangkan pemilihan pendahuluan di New York akan berlaga dalam pemilu legistlatif pada akhir tahun nanti. Artinya, kekuatan pro-Palestina berpotensi bertambah secara signifikan di tingkat nasional.
Selama ini, seperti ditulis John Mearsheimer dan Stephen Walt dalam buku The Israel Lobby and U.S. Foreign Policy, politik luar negeri AS selama ini sangat dipengaruhi lobi Israel terhadap politikus AS. American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) salah satu lembaga lobi paling berpengaruh menggelontorkan dana raksasa untuk menjamin kandidat pro-Israel menduduki posisi politik penting di AS.
Salah satu kemenangan pemilihan pendahuluan paling menonjol diraih oleh Brad Lander, mantan pejabat pengawas keuangan (comptroller) Kota New York, yang mengalahkan anggota Kongres Dan Goldman dalam persaingan yang semakin berfokus pada perbedaan pandangan mengenai Israel dan Gaza.
Politico melaporkan bahwa Lander, yang mendefinisikan dirinya sebagai seorang "Zionis liberal," melontarkan kritik tajam terhadap Goldman karena menolak mendukung rancangan undang-undang yang bertujuan menghentikan penjualan senjata ke Israel serta enggan menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai genosida.
Sementara itu, seorang sosialis demokratis bernama Darializa Avila Chevalier berhasil mengalahkan anggota Kongres senior Adriano Espaillat setelah berulang kali mengkritiknya karena menerima sumbangan dana dari AIPAC.
Sosialis demokratis lainnya, Claire Valdez, tampak akan memenangkan pemilihan untuk menggantikan anggota DPR Nydia Velázquez yang akan pensiun; kemenangan ini diraih setelah ia mengkritik lawannya terkait keterlambatan dalam mengakui genosida di Gaza serta menyoroti adanya kaitan dengan pendanaan politik yang didukung oleh AIPAC.
Politico menilai hasil-hasil tersebut sebagai bukti bahwa kritik terhadap Israel tidak lagi merugikan secara politis dalam banyak pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, bahkan mungkin justru memberikan keuntungan elektoral yang semakin besar.
"Dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, pihak-pihak yang menentang perang di Gaza memiliki keuntungan politik yang sangat besar untuk tahun 2026," ujar Jon Paul Lupo, seorang ahli strategi Partai Demokrat kawakan, kepada media tersebut.

2 hours ago
2
















































