Kemenhaj Siapkan Platform Digital Oleh-Oleh Haji: Ada Tasbih Garut Hingga Kurma Lombok

1 month ago 18

Warga membeli oleh-oleh haji dan umroh di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Ahad (17/7/2022).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengembangkan terobosan baru berupa platform digital khusus untuk belanja oleh-oleh haji yang terintegrasi dengan produk-produk unggulan dalam negeri.

Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Jaenal Effendi menyatakan banyak oleh-oleh yang dijual di Arab Saudi, seperti tasbih atau sajadah, sebenarnya diproduksi di Indonesia.

Oleh karena itu, Kemenhaj ingin memotong rantai pasok tersebut agar jamaah bisa membeli produk langsung dari produsen lokal tanpa harus membelinya di Tanah Suci.

"Kami sedang mengembangkan platform oleh-oleh haji. Jadi jamaah belum sampai ke rumah, barang-barang oleh-oleh ini sudah sampai duluan. Kami tidak perlu investasi atau keluar uang banyak ke luar negeri, tapi produknya dibeli di Indonesia," ujar Jaenal saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Ia mencontohkan beberapa produk potensial yang sudah dipetakan, misalnya kurma dari Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang ternyata memiliki kualitas nutrisi terbaik ke-7 di dunia.

Begitu juga dengan tasbih yang banyak beredar di pasar Makkah, yang mayoritas berasal dari perajin di Jepara, serta produk cokelat dari Garut.

"Tasbih-tasbih yang ada di Saudi itu ternyata datang dari Jepara. Cokelat dari Garut juga potensial. Ini tugas kami untuk mengidentifikasi dan memetakan produk apa saja yang bisa dijadikan oleh-oleh,"kata Jaenal.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|