Kementerian PU Gerak Cepat Pulihkan Jembatan Aih Bobo Aceh yang Putus Diterjang Banjir

3 days ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, BLANGKEJEREN, – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang kembali terputus akibat banjir. Penanganan darurat ini dilakukan untuk memastikan konektivitas dan mobilitas logistik masyarakat tidak terhambat pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 9 September 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa akses jalan dan jembatan memiliki peran strategis untuk mendukung pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk bekerja tanpa jeda agar wilayah yang terisolasi dapat segera tersambung kembali.

“Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Kronologi dan Penanganan Darurat

Luapan sungai akibat hujan berintensitas tinggi selama enam hari menyebabkan akses jalan penghubung sementara pada eksisting Jembatan Aih Bobo kembali terputus. Ini merupakan kejadian ketiga setelah kawasan tersebut terdampak bencana serupa pada November 2025 dan Juni 2026.

Sebagai upaya penanganan, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh langsung membersihkan sisa puing jembatan sementara, termasuk gorong-gorong pipa baja atau Armco. Tim di lapangan juga memasang area pembatas dengan safety line untuk keamanan. Untuk sementara, masyarakat menggunakan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan.

Pemulihan Akses Jalan Nasional

Selain jembatan, Kementerian PU juga memulihkan akses ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang tertutup longsoran di tujuh titik. Titik-titik tersebut tersebar di satu lokasi di kawasan Meloak, empat lokasi di Durin Daun, dan dua lokasi di kawasan Air Panas.

Untuk memulihkan konektivitas, tim BPJN Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat mengerahkan alat berat seperti ekskavator, wheel loader, dan backhoe loader untuk membersihkan material longsor.

Pembangunan Sabo Dam

Untuk memperkuat upaya pengendalian sedimen akibat banjir, Kementerian PU telah membangun sabo dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Pekerjaan ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 3–4 minggu sehingga bangunan dapat difungsikan meskipun belum seluruh pekerjaan selesai.

Saat ini, pekerjaan yang tersisa meliputi pembangunan sayap kanan dan kiri serta penambahan tinggi badan sabo dam. Dalam pelaksanaannya, ketersediaan material semen menjadi salah satu kendala utama di lapangan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|