Kisah Memilukan Nyai Dasimah, Gundik Cantik Simpanan Pejabat Belanda

4 hours ago 3

Senin 29 Jun 2026 20:31 WIB

Oleh: Almarhum Alwi Shahab

REPUBLIKA.CO.ID, Sekitar 10 km dari pasar Parung, daerah Ciseeng di Kabupaten Bogor berkembang pesat setelah sejumlah perusahaan real estate membangun perumahan di sana. Padahal, puluhan tahun lalu jalan menuju Ciseeng sebagian masih tanah dan rusak berat. Sementara pesantren Al-Mukhlisini pimpinan KH Zainal Abidin yang memiliki ribuan santri kini sudah membesar dengan membangun perguruan tinggi.

Di kawasan ini juga terdapat pemandian air panas yang belum dikelola baik. Berbelok ke arah kanan dari Ciseeng dari Parung, terdapat desa Kuripan, setelah naik ojek sekitar dua kilometer.

Diriwayatkan di desa yang berhawa sejuk inilah lahir dan dibesarkan gadis cantik bernama Dasima. Kemudian untuk mencari penghidupan yang lebih baik, ia mengadu nasib ke Desa Curug, Tangerang.

Sulit dibayangkan bagaimana Dasima mencapai Curug dari desa terpencil dan belum ada jalan macam sekarang ini. Yang pasti, Dasima kemudian bekerja pada seorang Inggris kaya raya, Edward Williams, yang merupakan orang kepercayaan Raffles. Karena tergoda gadis desa yang bahenol ini, William memeliharanya sebagai nyai atawa gundik, tanpa dinikahi.

Kisah Dasima selanjutnya memilukan hati. Menurut versi G Francis (1896), sekalipun Dasima diberlakukan baik oleh tuannya, tapi ia mengalah pada guna-guna dan meninggalkan suami serta putrinya yang masih kecil bernama Nancy. Ia lantas menjadi istri kedua Samiun, tukang sado dari Kwitang. 

Namun, sebenarnya bukan karena guna-guna Dasima meninggalkan tuan dan putrinya, tapi setelah diinsafkan bahwa hidup tanpa nikah adalah dosa besar. Akhirnya nyai dari Kuripan ini meninggal dibunuh Bang Puase atas perintah istri pertama Samiun, Hayati yang gila ceki (permainan judi Cina). 

Mayat Dasimah dilemparkan ke kali Ciliwung dari Jembatan Kwitang, dekat toko buku Gunung Agung dan Hotel Aryaduta sekarang. Sedangkan, tempat kediaman William, pada peristiwa dua abad lalu itu diperkirakan terletak di samping gedung Pertamina dan Dirjen Perhubungan Laut di Medan Merdeka Timur. Kisah Nyai Dasima ini telah beberapa kali diangkat ke layar film dan sinetron serta diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|