Konflik AS-Iran Ganggu Selat Hormuz, Aramco Reroute Ekspor Minyak ke Yanbu

1 week ago 16

Kapal kontainer ditambatkan di Pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, 2 Maret 2026. Sejumlah perusahaan mengalihkan jalur pelayaran akibat ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco, mengumumkan pengalihan sementara pengiriman minyak mentah ke Pelabuhan Industri Yanbu. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan langkah keamanan sekaligus memastikan kelangsungan pasokan minyak.

Menurut laporan Al Ekhbariya, Aramco menyatakan sebagian pengiriman minyak mentah dialihkan ke Yanbu sebagai opsi alternatif bagi pelanggan yang tidak dapat mengakses kawasan Teluk Arab.

Dilansir Saudi Gazzette, Senin (9/3/2026), Aramco menegaskan pihaknya terus berupaya menjaga keandalan pasokan minyak global sambil memantau perkembangan situasi untuk menentukan waktu yang tepat mengembalikan operasi ke kondisi normal.

Langkah tersebut dilakukan ketika lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz masih terganggu akibat konflik yang melibatkan Iran.

Data pelacakan kapal tanker minyak yang dihimpun Bloomberg menunjukkan lima kapal pengangkut minyak mentah berkapasitas besar telah memuat pengiriman di Yanbu pada bulan ini.

Volume ekspor dari pelabuhan tersebut juga dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan rata-rata pengiriman pada Februari.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|