Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga minyak dunia naik lebih dari dua persen pada perdagangan awal Selasa (17/3), setelah sempat melemah pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Mengutip laporan Reuters, harga minyak Brent naik 2,48 dolar AS atau 2,5 persen menjadi 102,69 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,42 dolar AS atau 2,6 persen menjadi 95,92 dolar AS per barel.
Sebelumnya, pada perdagangan Senin (16/3/2026), harga Brent turun 2,8 persen, sedangkan WTI merosot hingga 5,3 persen setelah sejumlah kapal dilaporkan masih dapat melintasi jalur pelayaran utama.
Kekhawatiran pasar meningkat seiring terganggunya aktivitas di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan ini dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang kini memasuki pekan ketiga.
Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi kekurangan pasokan, lonjakan biaya energi, serta tekanan inflasi global.
Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menyatakan risiko di kawasan tersebut masih tinggi.
"Risikonya tetap besar. Cukup satu serangan rudal atau ranjau terhadap kapal tanker untuk memicu kembali eskalasi konflik," ujarnya.
sumber : REUTERS

9 hours ago
5















































