Suasana di YIA, Jumat (27/10 - 2023). Anisatul Umah/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—BPS DIY mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia melalui Yogyakarta International Airport (YIA) pada November 2025 mencapai 8.005 kunjungan. Angka tersebut turun 8,12 persen secara bulanan, namun masih tumbuh signifikan secara tahunan dibanding November 2024.
Plt Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menyebut secara kumulatif, kunjungan Wisman sepanjang Januari–November 2025 mengalami penurunan tipis 1,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pasar ASEAN masih menjadi tulang punggung utama kunjungan wisatawan asing ke Yogyakarta.
Berdasarkan kebangsaan, Wisman asal Malaysia mendominasi dengan 3.538 kunjungan, disusul Singapura dan Jepang. Secara kawasan, wisatawan dari ASEAN tercatat paling banyak, diikuti Eropa, menandakan potensi pasar regional masih kuat bagi pariwisata DIY.
Menurutnya, berdasarkan kebangsaan, kunjungan paling tinggi adalah Wisman asal Malaysia mencapai 3.538 kunjungan. Secara tahunan, kunjungan Wisman Malaysia meningkat 15,17%, namun secara bulanan turun 3,25%.
"Posisi berikutnya ditempati oleh Wisman asal Singapura dengan 1.181 kunjungan, secara bulanan naik 12,48% dan secara tahunan naik 8,95%," kata Herum.
Dia menyampaikan, setelah Singapura, negara dengan tingkat kunjungan tertinggi adalah Jepang dengan 187 kunjungan. Secara bulanan tumbuh 0,54% dan secara tahunan naik 62,61%.
"Berdasarkan kawasan, wisman asal Asean masih mendominasi kunjungan ke Indonesia melalui YIA dengan total 5.878 kunjungan, sedangkan Wisman asal Eropa tercatat sebanyak 1.006 kunjungan," jelasnya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji, mengatakan terjadi penurunan kunjungan Wisman pada 2025 dari tahun 2024 meski tidak signifikan. Ia mengatakan, banyak faktor yang mempengaruhi dinamika kunjungan Wisman pada 2025, di antaranya faktor geopolitik, ekonomi, hingga cuaca ekstrem.
Menurutnya pekerjaan rumah kedepan untuk bisa mendongkrak kunjungan Wisman ke DIY adalah memperbaiki produk, Sumber Daya Manusia (SDM), dan kelembagaan dan pemasaran pariwisata.
"Agar pariwisata DIY benar-benar memiliki daya tarik yang kuat, mampu menciptakan dan menumbuhkan demand yang tinggi," ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Dinamika kunjungan Wisman melalui YIA menjadi indikator penting bagi pemulihan dan penguatan sektor pariwisata DIY di tengah tantangan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































