Lalu lintas di Simpang Jembatan Kewek.. - Harian Jogja - Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran 2026 di Kota Jogja diperkirakan memicu kepadatan lalu lintas, terutama di sejumlah jalan penyangga kawasan Malioboro. Polisi memetakan beberapa titik rawan padat kendaraan yang perlu diantisipasi sejak awal agar arus lalu lintas tetap terkendali selama masa libur Idulfitri.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat menyebutkan sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan wisata diprediksi menjadi titik dengan potensi kepadatan tertinggi. Jalan Magelang, kawasan Kridosono, Jalan KH Ahmad Dahlan, hingga Jalan Bhayangkara masuk dalam daftar lokasi yang diantisipasi saat jumlah wisatawan meningkat selama libur Lebaran.
“Secara logika dengan ruang jalan yang tidak besar dengan volume kendaraan yang begitu banyak pasti ada kepadatan, tapi kami pastikan tidak ada macet (di Malioboro). Kalau wisatawan yang begitu banyak padat pasti,” ujar Alvian, Rabu (11/3/2026).
“Tapi yang kita waspadai malah bukan di situ (Malioboro), tapi di area pendukung. Misalnya di Jalan Magelang, Kridosono, seputaran Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Bhayangkara,” tambahnya.
Menurut Alvian, arus kendaraan di kawasan Malioboro relatif masih bisa dikendalikan karena petugas akan menerapkan pengaturan agar kendaraan tidak berada terlalu lama di area wisata tersebut. Strategi ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas wisatawan sekaligus menghindari penumpukan kendaraan di jantung kota.
“Kalau di Malioboro prinsipnya kita menghalau kendaraan jangan sampai mereka terlalu lama,” katanya.
Selain pengaturan arus kendaraan, aparat kepolisian juga akan menata keberadaan moda transportasi tradisional yang beroperasi di sekitar Malioboro. Langkah ini dilakukan agar aktivitas delman dan becak tetap berjalan tanpa menimbulkan hambatan bagi lalu lintas.
“Kemudian menertibkan saudara-saudara kita yang mencari nafkah di seputaran Malioboro baik itu delman atau becak,” ujarnya.
Polisi juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup jalan di beberapa pintu masuk menuju kawasan Malioboro. Salah satu titik yang dipertimbangkan untuk penerapan kebijakan tersebut adalah kawasan Gardu Aniem.
“Buka tutup jalan ada rencananya, bukan di Malioboronya tapi pintu masuk Malioboro. Misalnya Gardu Aniem, mungkin akan ada buka tutup seperti biasa, kita prioritaskan dari Jalan Mataram,” katanya.
Di sisi lain, kebijakan Car Free Night yang biasanya diterapkan di Malioboro dipastikan tidak berlaku selama masa Operasi Ketupat menjelang Idulfitri apabila terjadi peningkatan arus kendaraan di kawasan tersebut.
“Kalau soal Car Free Night selama Operasi Ketupat jelang Idulfitri nanti tidak diberlakukan, pada saat sudah ada kenaikan arus lalu lintas kita tidak berlakukan Car Free Night di Malioboro,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Jogja telah menyiapkan sejumlah kantong parkir guna menampung kendaraan wisatawan selama libur Lebaran. Lokasi parkir tersebut disiapkan di kawasan Senopati, utara Pasar Beringharjo, selatan Pasar Beringharjo, kawasan Ngabean, hingga area Menara Kopi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho menjelaskan bahwa pola pengaturan lalu lintas selama libur Lebaran tahun ini pada dasarnya masih mengikuti skema yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya, dengan penyesuaian terhadap karakter Kota Jogja sebagai destinasi wisata utama.
Ia menambahkan bahwa pergerakan wisatawan biasanya terkonsentrasi di sejumlah titik wisata populer, seperti kawasan Tugu, Malioboro, Keraton, hingga Kebun Binatang Gembira Loka. Selain itu, pusat oleh-oleh serta kawasan kuliner malam juga menjadi lokasi yang sering dipadati pengunjung selama musim liburan Lebaran di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































