REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berhasil mendampingi PT Eira Panrita Sejahtera meraih Sertifikat Inspeksi Penerapan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (IP CPOTB) Tahap I dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Pencapaian ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan industri obat tradisional berbasis potensi lokal di Sulawesi Selatan.
Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam sebuah kegiatan di Boulevard Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin. Penyerahan ini menandai bahwa fasilitas produksi PT Eira Panrita Sejahtera telah resmi memenuhi standar CPOTB yang ditetapkan.
Kepala Loka POM Kabupaten Bone, Handri Burhan, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan capaian pertama dari program pendampingan yang dilakukan oleh Loka POM Bone sejak mulai beroperasi pada April 2026. "Ini menjadi landasan sebagai tonggak penting dalam pengembangan industri obat tradisional berbasis potensi lokal di Sulsel," ujarnya.
Pendampingan Menyeluruh
Handri menjelaskan bahwa proses pendampingan dilakukan secara menyeluruh dan intensif. Ruang lingkupnya mencakup konsultasi regulasi, penyusunan dokumen mutu, pemenuhan sarana produksi, penerapan CPOTB, hingga persiapan akhir menjelang inspeksi dari BPOM.
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan bahwa penerapan CPOTB bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi. Lebih dari itu, standar ini menjadi fondasi utama dalam menghasilkan produk obat tradisional yang aman, bermutu, dan berkhasiat sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Taruna Ikrar berharap, keberhasilan yang diraih PT Eira Panrita Sejahtera dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi pelaku usaha lain untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka dengan memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia.
Perluasan Pembinaan
Menanggapi hal tersebut, Kepala Loka POM Kabupaten Bone menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program pembinaan. Pihaknya akan fokus menjangkau lebih banyak pelaku usaha di wilayah Bosowasi, yang meliputi Kabupaten Bone, Wajo, Soppeng, dan Sinjai, agar semakin banyak industri yang memenuhi standar BPOM.
"Ke depan, Loka POM Bone akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan untuk mendampingi pelaku usaha memperoleh sertifikat fasilitas produksi maupun Nomor Izin Edar (NIE)," jelas Handri.
Dengan strategi kolaborasi tersebut, diharapkan akan semakin banyak produk obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan olahan lokal yang tidak hanya aman dan bermutu, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
6

















































