Longsor Sampah di TPST Bantargebang, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

2 days ago 9

Petugas mengoperasikan alat berat untuk mengangkat sampah di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) Jakarta, Senin (3/3/2025). Tumpukan sampah kiriman dari kawasan Bogor tersebut terbawa arus hingga mengalir ke Kali Ciliwung akibat hujan deras di kawasan Bogor pada Ahad (2/3) malam. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mengangkut sampah di lokasi tersebut sebanyak lebih dari 1.500 ton sejak pukul 02.00 WIB dini hari hingga saat ini. Tumpukan sampah didominasi oleh ranting dan dahan pohon. Dibutuhkan sebanyak 50 truk sampah untuk memindahkan sampah ke TPST Bantargebang.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkapkan tiga orang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (8/3/2026), menjelaskan ketiga korban terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki. Mereka merupakan pemilik warung dan sopir truk.

“Identitas korban yaitu Enda Widayanti (25) dan Sumine (60) yang merupakan pemilik warung. Satu korban lainnya, Dedi Sutrisno, merupakan sopir truk,” ujarnya.

Desiana menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan karena masih terdapat kendaraan truk sampah dan warung yang tertimbun di lokasi kejadian.

“Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban,” katanya.

Ia juga menyebutkan pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel dari Unit Siaga SAR Bekasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, serta BPBD Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, sejumlah peralatan juga telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.

Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial Instagram yang diunggah akun @lbj_jakarta. Video tersebut memperlihatkan gunungan sampah di Bantargebang kembali longsor dan sejumlah truk dikabarkan tertimbun.

“Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi sejak siang. Kondisi gundukan sampah yang sudah mencapai ketinggian kritis membuatnya tidak stabil hingga akhirnya material sampah tumpah menutupi akses jalan dan mengubur truk-truk yang sedang mengantre untuk proses bongkar muat,” tulis akun tersebut.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|