Mahasiswa Unri Digitalisasi Perikanan di Agam, Dorong Ekonomi Warga

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM — Mahasiswa Universitas Riau (Unri) membantu masyarakat Nagari Koto Kaciak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dalam mengembangkan sektor perikanan melalui pendekatan digitalisasi dan budidaya adaptif.

Program tersebut dipimpin Ketua Kelompok sekaligus dosen asisten ahli Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri, Rizki Oktavian, dengan memperkenalkan sistem BPSMT-DIGIFISH, yakni budidaya perikanan skala mikro terintegrasi berbasis ekosistem digital.

Rizki menjelaskan, masyarakat setempat selama ini menghadapi persoalan klasik berupa rendahnya produktivitas perikanan serta rantai pasok yang belum terintegrasi. Selain itu, metode konvensional yang digunakan dinilai rentan terhadap gangguan, terutama saat terjadi bencana.

“Melalui sistem ini, kami menggabungkan teknologi digital dengan pendekatan ekosistem berbasis kebutuhan lokal masyarakat,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Dalam implementasinya, mahasiswa memperkenalkan metode budidaya ikan dalam ember berbasis resirkulasi. Sistem ini memungkinkan masyarakat menghasilkan sumber pangan secara mandiri di lahan terbatas, dengan teknik yang sederhana dan fleksibel.

Keunggulan lain dari sistem tersebut adalah sifatnya yang portabel. Wadah budidaya dapat dipindahkan dengan mudah saat terjadi ancaman bencana, sehingga menjadi solusi adaptif bagi wilayah dengan risiko geografis tertentu.

Menurut Rizki, teknologi yang diperkenalkan bukan sekadar alat produksi, tetapi juga sarana edukasi untuk mengubah pola pikir masyarakat menuju sistem usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.

Selain aspek budidaya, mahasiswa juga mendorong peningkatan nilai tambah melalui kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Hasil perikanan diolah menjadi produk siap saji yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Salah satu produk yang dikembangkan adalah “LEMBUKU” atau lele bumbu kuning, yang diolah dari hasil panen dan dikemas secara lebih menarik serta memiliki legalitas usaha.

Pemasaran produk dilakukan melalui platform digital, sehingga membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan potensi pendapatan masyarakat dibandingkan metode penjualan tradisional.

Program tersebut melibatkan sekitar 50 mahasiswa dengan total 160 jam kerja efektif, mencakup kegiatan produksi, manajemen usaha, hingga pemasaran digital terintegrasi.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|