Makanan Rebusan Lagi Ngetren, Pakar: Bukti Masyarakat Mulai Sadar Sehat

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren konsumsi makanan kukusan dan rebusan kian digemari masyarakat. Dari sudut pandang gizi, pola makan ini dinilai membawa dampak positif karena mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi real food sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Dosen program studi supervisor jaminan mutu pangan IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah, mengatakan berbagai jenis pangan yang disajikan dalam bentuk kukusan memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan. "Pangan kukusan seperti jagung, pisang, ubi jalar, singkong, dan labu merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat pangan, serta berbagai vitamin yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi tubuh," kata Ai Imas dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/1/2026).

Menurutnya, tren makanan kukusan merupakan perkembangan positif karena selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan alami dengan proses minimal. Metode pengolahan ini juga dinilai lebih sehat dibandingkan dengan menggoreng.

"Pengukusan meminimalkan penggunaan minyak sehingga pangan menjadi lebih rendah lemak jenuh dan kalori," kata dia.

Selain itu, suhu pengukusan yang relatif lebih rendah membantu mempertahankan kandungan nutrisi, terutama vitamin dan mineral. Ai Imas menjelaskan, bahan pangan yang dikukus tidak bersentuhan langsung dengan air, sehingga risiko kehilangan zat gizi menjadi lebih kecil.

"Bahan pangan yang dikukus tidak kontak langsung dengan air, sehingga kehilangan vitamin dan mineral menjadi lebih kecil," kata dia.

Ai Imas memaparkan bahwa sejumlah bahan pangan sangat diuntungkan jika diolah dengan teknik kukus. Umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, talas, dan kentang berfungsi sebagai sumber karbohidrat. Sementara itu, sayuran hijau dan berwarna cerah seperti brokoli, wortel, dan labu kuning kaya akan vitamin dan antioksidan.

Kacang-kacangan, seperti kacang tanah dan edamame, menjadi sumber protein nabati dan mineral, sedangkan jagung manis mengandung karbohidrat, vitamin, dan mineral. Telur juga termasuk bahan pangan yang cocok dikukus sebagai sumber protein hewani.

Sebagian besar bahan tersebut merupakan pangan lokal Indonesia. Selain mendukung pemenuhan gizi, pengolahannya juga berkontribusi pada penguatan konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

Terkait frekuensi konsumsi, Ai Imas mengatakan makanan kukusan aman dan bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari pola makan harian. Namun demikian, prinsip variasi dan keseimbangan zat gizi tetap perlu diperhatikan.

"Makanan kukusan sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein hewani agar tidak hanya memberikan rasa kenyang dan mengikuti tren, tetapi juga mendukung pemeliharaan kesehatan tubuh secara optimal," ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|