Mandi Junub Setelah Imsak dan Keutamaan Berhubungan Intim Suami Istri

3 weeks ago 22

Ilustrasi kamar mandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suami-istri diperbolehkan melakukan hubungan badan pada malam hari selama bulan Ramadhan. Namun, sebagian umat Islam masih bertanya-tanya tentang waktu terbaik untuk mandi janabat (mandi junub) serta apakah puasa tetap sah jika mandi dilakukan setelah imsak atau menjelang shalat Subuh.  

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi menjelaskan, hubungan suami-istri pada malam Ramadhan dibolehkan berdasarkan firman Allah dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 187 yang menghalalkan bercampur dengan pasangan pada malam hari puasa.

Menurut Muchlis, ayat tersebut turun untuk memberikan kemudahan bagi umat Islam. Pada masa awal diwajibkannya puasa Ramadhan, kebolehan makan, minum, dan berhubungan suami-istri dibatasi hanya sampai setelah shalat Isya atau sebelum tidur. Ketentuan itu kemudian diringankan sehingga kebolehan berlangsung sepanjang malam hingga terbit fajar.

Ia menegaskan, Alquran menjelaskan batas waktu kebolehan makan, minum, dan hubungan suami-istri adalah sampai terbit fajar. Namun, ayat tersebut tidak mensyaratkan seseorang harus sudah suci dari hadas besar ketika waktu Subuh tiba.

Karena itu, seseorang yang melakukan hubungan suami-istri pada malam Ramadhan boleh mandi janabat kapan saja. Mandi bisa dilakukan segera setelah berhubungan, sebelum imsak, bahkan setelah azan Subuh.

"Anda bisa melakukan mandi janabat kapan saja, bisa di malam hari saat selesai melakukan hubungan, bisa sebelum imsak, bahkan bisa setelah azan Subuh," ujar Muchlis dikutip dari bukunya yang berjudul "Pengantin Ramadhan" halaman 120-121. 

sumber : Dok Republika

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|