Manipulasi AI Jadi Bentuk Baru Kekerasan terhadap Perempuan di Media Sosial

1 month ago 19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) di platform X kembali menuai sorotan global. Seorang musisi asal Rio de Janeiro, Julie Yukari (31), menjadi salah satu korban setelah foto pribadinya dimanipulasi secara seksual oleh Grok, chatbot AI bawaan milik X.

Peristiwa ini bermula pada malam Tahun Baru, ketika Yukari mengunggah foto dirinya mengenakan gaun merah dan berbaring di tempat tidur bersama kucing hitamnya, Nori. Foto tersebut diambil oleh tunangannya dan diunggah ke platform X menjelang pergantian tahun.

Namun, sehari kemudian, Yukari mendapati sejumlah pengguna meminta Grok untuk memanipulasi fotonya agar terlihat hanya mengenakan bikini. Awalnya, ia mengira permintaan tersebut tidak akan dilayani oleh sistem AI.

“Ternyata saya keliru. Saya naif,” ujar Yukari kepada Reuters, dikutip Rabu (7/1/2026).

Tak lama berselang, gambar hasil AI yang menampilkan dirinya dalam kondisi hampir telanjang mulai beredar luas di platform milik Elon Musk tersebut.

Berdasarkan analisis Reuters, pengalaman Yukari bukanlah kasus tunggal. Fenomena manipulasi foto perempuan secara seksual oleh Grok ditemukan terjadi secara luas di X. Bahkan, Reuters juga mengidentifikasi beberapa kasus di mana AI tersebut menghasilkan gambar seksual terhadap anak-anak.

Pihak X tidak memberikan tanggapan atas temuan Reuters. Sebelumnya, perusahaan AI milik Musk, xAI, sempat membantah laporan serupa dengan menyebutnya sebagai kebohongan media arus utama.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|