Masuk Permukiman, Macan Tutul Tawangmangu Dievakuasi ke Solo Safari

8 hours ago 3

Masuk Permukiman, Macan Tutul Tawangmangu Dievakuasi ke Solo Safari Macan tutul Tawangmangu dievakuasi ke Solo Safari setelah masuk permukiman warga Karanganyar. Diduga ada dua ekor di lereng Lawu. - Espos.

Harianjogja.com, KARANGANYAR—Seekor macan tutul yang masuk ke permukiman warga di Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, berhasil dievakuasi petugas pada Selasa (3/3/2026) pukul 15.26 WIB. Proses evakuasi macan tutul Tawangmangu berlangsung cepat dan terkendali.

Satwa liar tersebut dilumpuhkan menggunakan obat bius sebelum diamankan dari area permukiman. Sterilisasi lokasi dilakukan selama proses evakuasi yang memakan waktu sekitar 30 menit sejak tahap persiapan hingga penanganan akhir.

Setelah berhasil diamankan, macan tutul itu langsung dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dari Solo Safari. Ratusan warga tampak memadati sekitar lokasi untuk menyaksikan jalannya evakuasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan penanganan dilakukan secara terpadu. BKSDA Surakarta berkoordinasi dengan Solo Safari, pemangku wilayah setempat, TNI, dan Polri dalam proses evakuasi macan tutul yang berada di tengah permukiman warga.

“Alhamdulillah proses berjalan lancar dengan dukungan masyarakat sekitar,” ujarnya kepada Espos di lokasi kejadian.

Hendro menegaskan satwa tersebut tidak ditembak, melainkan dibius agar proses evakuasi lebih aman dan minim risiko. “Dibius, bukan ditembak. Pembiusan hanya bersifat sementara untuk proses evakuasi,” jelasnya.

Sebelumnya, hasil identifikasi awal mengindikasikan adanya dua ekor macan yang berkeliaran di kawasan tersebut. Namun, setelah dilakukan pengecekan di rumah warga tempat kemunculan satwa, petugas memastikan hanya satu ekor yang ditemukan.

“Dari temuan awal memang teridentifikasi dua, tetapi yang berada di rumah warga ini satu ekor. Untuk yang satu lagi masih dalam penelusuran,” katanya.

Macan tutul tersebut direncanakan menjalani perawatan lebih lanjut di Solo Safari setelah pemeriksaan medis awal. Hendro mengimbau warga Tawangmangu tetap tenang serta segera melapor kepada aparat apabila kembali melihat keberadaan satwa liar di sekitar permukiman.

Kemunculan macan tutul ini sebelumnya sempat menghebohkan warga Dusun Sendang. Pada Selasa pagi, dua ekor macan—diduga induk dan anakan—terlihat berkeliaran di wilayah tersebut. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan rangkaian teror macan tutul di lereng Gunung Lawu dalam beberapa hari terakhir. Keberadaan satwa liar itu bahkan sempat terekam kamera warga.

Sebelumnya, seekor ayam milik warga Dusun Sendang ditemukan mati dengan luka yang mengarah pada serangan predator. Kejadian itu kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan yang terdiri atas unsur kecamatan, TNI-Polri, petugas kehutanan, serta Resort KSDA Wilayah Karanganyar.

BPBD Karanganyar telah berkoordinasi dengan BKSDA Surakarta untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan terkait kematian ayam warga, petugas menemukan dua jenis jejak satwa liar dengan ukuran berbeda, yakni sekitar 7 sentimeter x 8 sentimeter dan 3 sentimeter x 2 sentimeter, yang mengindikasikan kemungkinan adanya dua ekor satwa liar dengan ukuran berbeda di kawasan Tawangmangu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Espos

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|