Masyarakat Ingin Tampil Mapan demi 'Join the Club'

9 hours ago 4

Ahli: Banyak orang tetap ingin terlihat mapan demi 'Join the Club'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Keinginan masyarakat untuk tetap terlihat mapan meski berhemat memiliki kaitan erat dengan dorongan sosial untuk diterima dalam kelompok gaya hidup tertentu. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia, pada Jumat.

Menurut Semiarto, motivasi konsumsi kini tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan primer tetapi lebih untuk menunjukkan identitas sosial dan menjadi bagian dari kelompok tertentu. “Motivasi kita membeli itu bukan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi agar kita bisa masuk ke dalam klub tertentu,” ujarnya.

Ia mencontohkan penggunaan produk atau merek tertentu yang membentuk identitas sosial di kalangan masyarakat urban, seperti pengguna produk Apple yang kerap disebut sebagai 'Apple boy' atau 'Apple girl'.

Semiarto menambahkan bahwa konsumsi telah berkembang menjadi bahasa sosial yang menunjukkan status dan posisi seseorang dalam lingkungan pergaulan. “Konsumsi adalah bahasa sosial. Dia menunjukkan status bahwa ‘I am okay’, saya baik-baik saja,” jelasnya.

Tekanan untuk terlihat mapan lebih kuat di kota besar seperti Jakarta, di mana lapisan sosial dan ruang konsumsi lebih terbuka. “Makan di mal, nongkrong di kafe, co-working space, itu terbuka semua dan jadi bagian dari gaya hidup,” tambahnya.

Meskipun demikian, referensi gaya hidup perkotaan juga meluas ke daerah melalui media sosial dan internet, membuat masyarakat berusaha mempertahankan simbol konsumsi tertentu agar tidak merasa tertinggal dari lingkungan sosialnya. “Kita ingin menjadi seperti orang lain yang kita pandang lebih bagus. Kita ingin join the club,” kata Semiarto.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|