MedcoEnergi Tunjukkan Perempuan Bisa Pimpin Industri Ini

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — MedcoEnergi menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan gender di sektor energi melalui peringatan Hari Kartini 2026 yang dikemas dalam Konser Keabadian Kartini bertajuk “Cita-cita, Harapan, Aspirasi” di Soehanna Hall, The Energy Jakarta, Jumat (24/4/2026). Acara ini menjadi ruang refleksi bahwa perempuan kini tidak hanya hadir di industri energi, tetapi juga memimpin di dalamnya.

Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro membuka acara tersebut dengan menekankan bahwa makna Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Ia menyoroti bahwa perubahan nyata di dunia kerja, termasuk sektor energi, hanya terjadi ketika kompetensi dan keberanian diberi ruang yang setara.

“Kartini tidak minta izin untuk jadi pintar. Ia minta hak untuk menjadi manusia seutuhnya,” kata Yani dalam sambutannya di Jakarta, dikutip Senin (27/4/2026).

Ia menambahkan, pembukaan ruang bagi perempuan di industri energi bukanlah hasil belas kasihan, melainkan buah dari kapasitas dan konsistensi. Menurutnya, prinsip itu yang selama ini diterapkan di MedcoEnergi dalam membangun ekosistem kerja yang lebih inklusif.

“Yang membuka ruang itu bukan belas kasihan. Yang membuka ruang itu adalah kompetensi, keberanian, dan tidak mau diam. Itu Kartini. Dan itu yang saya lihat setiap hari di MedcoEnergi,” ujarnya.

Di tengah industri energi yang secara global masih didominasi laki-laki, MedcoEnergi mencatat lebih dari 20 persen posisi kepemimpinan diisi oleh perempuan. Angka tersebut mencerminkan perubahan struktur organisasi yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga sistemik.

Perusahaan energi nasional ini membangun berbagai program pendukung, seperti Women at Work untuk pengembangan karier perempuan di jalur teknis dan non-teknis, fasilitas daycare dan nursery room di kantor maupun area operasi, serta Program Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak di wilayah kerja perusahaan.

Perubahan itu juga dirasakan langsung oleh para pekerja di lapangan. VP Operations Offshore Medco E&P, Puti Permata, yang telah mengabdi hampir 22 tahun di industri energi, menilai kesetaraan tidak lagi dapat dilihat dari identitas gender, melainkan dari ketangguhan dan integritas dalam bekerja.

“Berdiri setara bukan soal gender. Itu soal ketangguhan dan integritas - dan itu yang saya jalani setiap harinya,” ujar Puti saat membacakan surat-surat R.A. Kartini di hadapan para tamu undangan.

Acara yang turut dihadiri perwakilan kementerian, SKK Migas, PLN, Pertamina, serta jajaran pimpinan MedcoEnergi ini dikemas dalam format musik kamar empat babak. Setiap babak dibuka dengan pembacaan surat Kartini oleh perempuan-perempuan MedcoEnergi yang sehari-hari bekerja di sektor energi.

Yani Panigoro menegaskan bahwa nilai Kartini tidak hanya relevan bagi perempuan, tetapi juga bagi seluruh ekosistem kerja yang ingin tumbuh secara adil. Ia menilai inklusi bukan sekadar program korporasi, melainkan cara kerja yang harus hidup dalam keseharian perusahaan.

“Warisan Kartini adalah setiap keputusan yang kita ambil dengan adil, setiap kesempatan yang kita berikan tanpa prasangka, setiap mimpi yang kita izinkan untuk tumbuh,” katanya.

Melalui peringatan Hari Kartini ini, MedcoEnergi ingin menunjukkan bahwa transformasi di industri energi tidak hanya terjadi pada teknologi dan produksi, tetapi juga pada manusia di dalamnya. Di The Energy Jakarta malam itu, pesan itu ditegaskan kembali: perempuan bukan lagi berada di pinggir industri energi, tetapi berada di pusat pengambilan keputusan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|