Mengenal Pendiri Kota Yastrib, Cikal-Bakal Madinah

8 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Secara geografis, Kota Madinah berlokasi di tengah-tengah Kawasan Hijaz, yang meliputi Kerajaan Arab Saudi bagian barat. Posisinya berada sekitar 625 meter di atas permukaan laut. Letaknya tidak begitu jauh dari pesisir Laut Merah.

Bila ditarik garis lurus, jaraknya dengan tepi pantai adalah sejauh 150 kilometer (km). Pelabuhan terdekat bernama Bandar Yanbu, yang berada 221 km arah barat daya kota tersebut.

Seperti umumnya kota-kota di sekujur Semenanjung Arabia, Madinah memiliki iklim gurun yang kering. Suhu udaranya bercirikan panas yang tinggi dengan interval antara 30 hingga 45 derajat Celsius. Namun, suhu udara setempat menurun cukup drastis tatkala musim dingin, yakni antara 10 hingga 25 derajat Celsius.

Antara Madinah dan Makkah al-Mukarramah terbentang jarak 430 km. Seperti halnya kota tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW itu, Madinah juga memiliki sejarah yang amat panjang.

Mengutip penjelasan dari buku Sejarah Kota Madinah Munawwarah dan Tempat-Tempat Bersejarahnya (terbitan Pusat Riset dan Penelitian Ilmiah Kerajaan Arab Saudi), riwayat Kota Madinah bermula sejak beberapa masa pascabanjir besar yang melanda umat Nabi Nuh 'alaihissalam.

Para pakar sejarah menyatakan, pendiri Madinah bernama Yastrib. Jadi, tak mengherankan bila kota itu disebut Yastrib sebelum Rasulullah SAW mengubahnya menjadi Madinah.

Sosok Yastrib dipercaya sebagai seorang keturunan Nabi Nuh 'alahissalam dari generasi keenam atau kedelapan. Kabilah yang dipimpinnya ialah A'bil.

Dari masa ke masa, penghuni kota tersebut tidak hanya berasal dari kalangan Bani A'bil, tetapi juga masyarakat lain. Mereka datang ke sana baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|