REPUBLIKA.CO.ID, DOHA — Wajah Reza Pahlavi kerap menghiasi layar kaca saat meningkatnya ketegangan antara Israel yang dibantu Amerika Serikat melawan Iran pada Juni tahun lalu. Aksi kerusuhan yang melanda kota-kota di Iran belakangan ini kembali menempatkan pangeran shah di pengasingan ini di stasiun-stasiun televisi AS.
Jika dahulu Pahlavi berbicara tentang perlawanan tanpa kekerasan dan menggaungkan demokrasi sekuler dari kediamannya di AS, nada pewaris takhta merak berusia 65 tahun itu berubah dramatis. Dikutip dari Al Jazeera, Putra Shah terakhir Iran yang juga merupakan seorang pilot tempur tersebut menantang langsung Pemerintah Iran.
Pahlavi menyerukan warga Iran untuk "merebut pusat-pusat kota" dan bersiap menyambut kepulangannya yang sudah di depan mata. Seruan ini memicu apa yang oleh media pemerintah Iran disebut sebagai "serangan teroris bersenjata" di berbagai wilayah negara.
"Tujuan kita tidak lagi sekadar turun ke jalan," deklarasi Pahlavi dalam sebuah pernyataan yang dirilis di akun X-nya. "Tujuannya adalah bersiap untuk merebut dan mempertahankan pusat-pusat kota."

2 hours ago
1













































