REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Gus Irfan Yusuf mendorong penguatan ekosistem haji dan umrah nasional yang berkeadaban, transparan, dan berkeadilan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun tata kelola industri haji dan umrah yang sehat sekaligus menghadirkan pelayanan terbaik bagi jamaah.
Menurut Gus Irfan, seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu visi, yakni menghadirkan layanan haji dan umrah yang aman, nyaman, tertib, sesuai syariat, serta menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan martabat jamaah.
"Seluruh ekosistem harus tumbuh dalam satu arah, yaitu pelayanan jamaah yang aman, nyaman, tertib sesuai syariat, transparan, akuntabel, dan bermartabat," ujar Gus Irfan saat membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap penguatan ekosistem industri umrah merupakan bagian dari implementasi amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, seluruh pelaku dalam industri haji dan umrah diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan prinsip pelayanan dan perlindungan terhadap jamaah.
Menurut Gus Irfan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan tata kelola industri yang profesional. Di sisi lain, kepatuhan terhadap regulasi, baik oleh penyelenggara pemerintah maupun swasta, menjadi fondasi agar penyelenggaraan haji dan umrah berjalan secara berkeadaban dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
Forum "International Islamic Expo 2026" yang digelar pada 26–28 Juni 2026 di JCC Jakarta menjadi wadah konsolidasi berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, lembaga keuangan syariah, industri halal, hingga mitra internasional.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Berbagai inovasi dan capaian layanan yang dinilai berhasil akan dipertahankan, sementara aspek-aspek yang masih memerlukan penyempurnaan akan menjadi fokus evaluasi pada musim haji mendatang.
"Menjaga dan mempertahankan pengalaman baik yang telah terbukti berhasil untuk terus diterapkan, serta mengambil pengalaman baru yang lebih baik guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa "International Islamic Expo 2026" menjadi langkah awal konsolidasi nasional yang diarahkan pada lima agenda utama, yakni pelindungan jamaah, transparansi biaya dan layanan, kepatuhan terhadap regulasi, integrasi digital, serta penguatan ekonomi haji dan umrah nasional.
Menurut Gus Irfan, transformasi tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk membangun ekosistem haji dan umrah Indonesia yang semakin maju dan memiliki daya saing di tingkat global.
"Kita ingin ekosistem haji dan umrah Indonesia tumbuh bersama, melayani lebih baik, memuliakan jamaah, dan mengangkat martabat Indonesia di tingkat global," jelasnya.

1 hour ago
2
















































