Jakarta, CNBC Indonesia - Mentan Amran Sulaiman dan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dapat pujian dari Presiden Prabowo Subianto soal kinerja dalam meningkatkan produksi beras nasional. Hal ini terungkap saat Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H sekaligus buka puasa bersama, Senin (24/3/2025) di Ragunan, Jakarta.
Amran pada kesempatan tersebut memutar sebuah video kegiatan, yang menampilkan Prabowo di depan para audiens pada satu acara. Pada video itu, orang nomor satu Indonesia itu meminta Amran dan Zulhas berdiri, dan sekaligus mendapatkan pujian.
"Saya sampaikan hormat saya dari hati paling dalam, saudara-saudara sekarang pahlawan-pahlawan bangsa. Dulu tentara yang jadi pahlawan, sekarang mereka yang hasil pangan untuk rakyat," kata Prabowo dalam video singkat tersebut.
Data menunjukkan, produksi beras di dalam negeri untuk Januari, Februari, Maret, April 2025 mencapai 13,9 juta ton, sedangkan konsumsi beras nasional rata-rata 2,6 juta ton per bulan. Jika dihitung selama empat bulan, total konsumsi mencapai 10,4 juta ton atau masih jauh di bawah total produksi.
Amran dalam kesempatan itu juga mengatakan pada 2024 lalu berhasil mencegah Indonesia mengimpor beras besar-besaran di tengah ancaman El Nino. Namun, dengan strategi pompanisasi masif berhasil meningkatkan produksi meski di tengah musim paceklik. Pada awal tahun ini dengan produksi yang meningkat dibarengi dengan serapan beras Bulog yang juga tinggi memunculkan optimisme stok dan ketahanan pangan terutama beras terjaga.
Hal ini sejalan dengan arahan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kondisi pangan nasional saat ini. Menurutnya, pesan Presiden Prabowo tersebut berkaitan dengan kondisi global saat ini yang tengah bergejolak, terutama terkait perang dagang.
"Bapak Presiden meminta tolong jaga pangan kepada kami. Karena ada perang antar negara, perang ekonomi. Ada perang langsung Rusia dengan Ukraina, kemudian dengan negara perang tidak mengenal sekutu atau aliansi," kata Amran saat berpidato dalam rakor Ketersediaan Pangan Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H sekaligus buka puasa bersama, Senin (24/3/2025).
Menurutnya, suatu negara dapat dianggap aman jika kondisi pangannya aman. Sebaliknya, jika kondisi pangan tidak aman maka negara bisa terancam.
"Insya Allah negara kita aman. Kalau pangan tidak bermasalah, negara dianggap aman. Tapi kalau pangan bermasalah, negara bermasalah," tambahnya.
Amran mengatakan kondisi saat ini sangat positif, di mana serapan gabah Bulog saat ini sudah mencapai 700.000 ton. Angka ini jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 35.000 ton.
"Ada yang menarik, di mana pada Januari-Februari-Maret tahun lalu serapan gabah masih hanya 35.000 ton, pada tahun ini sudah mencapai 700.000 ton, luar biasa, ini lompatan eksponensial, berdasarkan BPS, naiknya 50% dibanding tahun lalu" ujarnya.
Adapun menurutnya, capaian tersebut juga merupakan hasil kerja sama semua pihak di sektor pangan.
Amran pun mengapresiasi kepada BUMN, TNI, dan Polri yang telah membantu Kementan dalam menjaga produksi dan stok pangan.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih seluruh teman-teman yang terlibat terutama BUMN TNI Polri atas capaian kita raih hari ini. Ini berkat kerja keras kita semua.Kami adalah bagian kecil daripada tim ini. Sehingga kami merasa perlu menyampaikan rasa terima kasih," tutup Amran.
(hoi/hoi)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Di China, Petani Gagal Panen Dilindungi Pemerintah
Next Article Harga Cabai Merah Kriting di Pasar Kramat Jati Makin Pedas