Nahdliyin menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara peringatan Harlah Ke-100 NU Mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia yang dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, jajaran Pengurus Besar NU, pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga badan otonom NU.

Oleh : Ramadhan, Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi, Kader Muda NU
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-"Sejarah bukan sekadar artefak ingatan, melainkan suluh yang membakar keberanian generasi baru untuk memahat kemandirian di atas batu karang zaman."
Gema satu abad Nahdlatul Ulama menandai transisi peradaban yang sangat krusial bagi tatanan sosial-ekonomi Indonesia.
Perjalanan panjang dari1926 hingga hari ini telah membuktikan bahwa organisasi ini bukan sekadar penjaga gawang spiritual, melainkan entitas yang memiliki genetik kewirausahaan sangat kuat sejak masa lahirnya.
Jauh sebelum struktur organisasi formal terbentuk, para pendiri telah meletakkan batu pertama perjuangan melalui Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar pada 1918.
Kebangkitan tersebut lahir dari sebuah kesadaran bahwa kedaulatan agama dan bangsa mustahil tercapai tanpa adanya kedaulatan lambung yang mandiri.
Memasuki abad kedua, tanggung jawab besar tersebut kini beralih ke pundak para pemuda santri yang harus mampu menerjemahkan spirit saudagar klasik ke dalam bahasa teknologi dan inovasi global.
Kebangkitan ekonomi di abad kedua ini dapat dibedah melalui kacamata Teori Modal Sosial (Social Capital Theory) yang dikembangkan oleh Robert Putnam (2000).
Putnam berpendapat bahwa jaringan sosial, norma, dan kepercayaan memiliki nilai ekonomi yang nyata. Bagi pemuda NU, kekuatan jamaah adalah aset yang tak ternilai harganya.
Jaringan pesantren dan komunitas santri yang tersebar di seluruh pelosok negeri merupakan infrastruktur sosial yang siap dikonversi menjadi kekuatan pasar raksasa.
Strategi ini melampaui sekadar jual-beli konvensional; ia adalah upaya mengonsolidasi potensi umat yang selama ini tersebar secara atomistik menjadi satu kekuatan ekonomi kolektif yang padu.

2 hours ago
2
















































