Mereka yang Ditangkap Meski Mengaku tak Ikut Unjuk Rasa

5 hours ago 2

Seorang anak di bawah umur yang diduga terlibat unjuk rasa menangis meminta maaf kepada ibunya di Mako Polda Jawa Tengah, Ahad (31/8/2025).

Oleh: Kamran Dikarma

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap 327 orang yang diduga terlibat kerusuhan dalam unjuk rasa yang digelar di depan Mapolda Jateng pada Jumat-Sabtu pekan ini. Sebanyak tujuh di antaranya ditetapkan tersangka, termasuk di dalamnya enam anak-anak. 

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengungkapkan, sebagian besar dari 327 orang yang ditangkap masih berusia anak dan berstatus pelajar. Pada Ahad (31/8/2025), mereka dikumpulkan di Gedung Borobudur Mapolda Jateng untuk dijemput orang tuanya masing-masing. Setelah dipulangkan, mereka harus menjalani wajib lapor sebanyak dua kali dalam sepekan. 

Republika sempat berbincang dengan beberapa orang yang ditangkap, salah satunya A (17 tahun). Dia merupakan pelajar yang kini duduk di kelas XI SMA. A mengaku ditangkap oleh tim Polda Jateng saat tengah melintas di Jalan Pahlawan hendak menuju ke Pleburan. 

"Saya naik motor sendiri, mau nongkrong di Pleburan. Pas mau belok dari Jalan Pahlawan, tiba-tiba ditangkap," katanya. 

Dia mengaku tak memiliki niatan untuk mengikuti demonstrasi yang digelar di depan Mapolda Jateng pada Sabtu (30/8/2025) sore. "Nggak mau ikut demo, cuma lagi lewat aja di Jalan Pahlawan," ucapnya. 

R (20 tahun) mengungkap hal serupa. Pada Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB, dia baru saja pulang dari tempat kerja dan melintasi Jalan Pahlawan. R mengaku tiba-tiba dicegat oleh anggota Polda Jateng berpakaian preman. 

"Tiba-tiba disetop, tapi saya nggak manut. Saya gas, terus dipukul, motor saya oleng," kata R. R mengaku sempat berusaha lari karena merasa tak berbuat salah. Namun dia justru mengalami pemukulan. "Bibir dan kepala saya berdarah," ucapnya. 

Pengalaman serupa dialami A (21 tahun). Pada Sabtu sore, A melintasi Jalan Pahlawan saat hendak pergi ke toko rokok elektrik untuk membeli liquid. Dia berboncengan dengan temannya.

Ketika melintas di Jalan Pahlawan, A mengaku tiba-tiba ditarik oleh polisi. "Setelah jatuh dipukuli," ujarnya.  "Saya pas ditangkap itu sudah bilang kalau saya tidak tahu apa-apa, saya cuma lewat saja. Enggak tahu kenapa tetap ditangkap dan dipukuli," tambah A. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|