Logo Meta. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Meta dikabarkan tengah menyiapkan layanan berlangganan berbayar untuk Instagram, WhatsApp, dan Facebook guna menghadirkan fitur eksklusif berbasis kecerdasan buatan serta kontrol privasi tingkat lanjut. Skema baru ini dirancang sebagai opsi tambahan, sementara layanan inti ketiga platform tetap dapat digunakan secara gratis oleh pengguna umum.
Paket premium tersebut menjanjikan fitur-fitur lanjutan yang tidak tersedia di versi standar, mulai dari peningkatan kontrol audiens hingga integrasi AI yang lebih mendalam. Salah satu fitur yang paling menyita perhatian publik adalah kemampuan melihat Instagram Story secara incognito tanpa meninggalkan jejak kepada pemilik akun.
Dilansir dari TechCrunch, Kamis (29/1/2026), bocoran fitur premium Instagram pertama kali diungkap oleh pengembang Alessandro Paluzzi. Selain mode incognito Story, pengguna berbayar juga disebut akan mendapatkan daftar audiens tanpa batas, informasi akun yang tidak melakukan follow back, serta tanda super like berwarna kuning pada Story.
Berbeda dengan layanan Meta Verified, skema langganan anyar ini tidak dibuat seragam untuk seluruh platform. Meta disebut akan menghadirkan paket bundel berbeda untuk setiap aplikasi sesuai kebutuhan pengguna. WhatsApp diproyeksikan fokus pada fitur produktivitas berbasis AI, sementara Facebook diarahkan untuk kreator konten yang membutuhkan kontrol visibilitas lebih spesifik terhadap audiens.
Kecerdasan buatan menjadi elemen utama dalam strategi monetisasi terbaru Meta. Hal ini tidak terlepas dari akuisisi Manus AI senilai US$2 miliar pada akhir 2025, yang memungkinkan integrasi AI untuk menjalankan tugas kompleks, seperti menyusun presentasi otomatis langsung dari ekosistem aplikasi Meta.
Selain itu, Meta juga berencana memperkenalkan model video AI terbaru bernama Vibes dengan skema freemium. Melalui sistem ini, pengguna gratis tetap dapat mencoba fitur dasar, sementara pelanggan premium memperoleh akses pengolahan konten visual yang lebih luas dan fleksibel.
Langkah Meta menghadirkan layanan berbayar ini muncul di tengah persaingan sengit antar-platform media sosial global. Isu keamanan data kembali menjadi sorotan setelah Elon Musk melontarkan kritik terbuka terhadap sistem keamanan WhatsApp. Saat ini, Meta masih mengumpulkan umpan balik pengguna selama masa uji coba, sebelum menentukan waktu peluncuran resmi layanan langganan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































