REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menempatkan Grup MIND ID sebagai salah satu contoh arah baru industri ekstraktif nasional yang makin menekankan keberlanjutan. Pengakuan itu menguat setelah perusahaan tersebut membukukan capaian penting dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025. Ini termasuk penghargaan Green Leadership untuk Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin.
Penghargaan tersebut menandai penguatan posisi MIND ID sebagai grup pertambangan yang tidak hanya mengejar kinerja bisnis, tetapi juga menanamkan prinsip pengelolaan lingkungan ke dalam tata kelola perusahaan. Dalam PROPER 2025, sejumlah entitas anggota Grup MIND ID juga membukukan capaian 2 PROPER Emas dan 2 PROPER Hijau.
“Tujuan dari anugerah ini adalah memberikan penghargaan atas upaya para unit usaha dan pimpinan perusahaan dalam menerapkan kaidah tata kelola lingkungan yang baik,” kata Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada wartawan usai acara PROPER, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, perusahaan yang dinilai dalam PROPER wajib memenuhi dokumen lingkungan dan melaporkannya secara berkala, termasuk melalui evaluasi setiap enam bulan. Dari proses itu, pemerintah menilai tingkat ketaatan perusahaan terhadap kewajiban pengelolaan lingkungan.
Menurut Hanif, capaian PROPER juga tidak berhenti pada aspek kepatuhan. Penghargaan tersebut dinilai ikut memperkuat daya saing perusahaan, terutama di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap aspek keberlanjutan dan tata kelola lingkungan.
“Dari sisi bisnis, capaian PROPER juga memberikan nilai tambah karena meningkatkan kepercayaan investor, yang pada akhirnya dapat berdampak positif terhadap nilai saham perusahaan,” jelas Menteri LH.
Penghargaan Green Leadership sendiri merupakan bentuk pengakuan khusus terhadap pimpinan badan usaha yang dinilai berhasil mendorong transformasi hijau, efisiensi energi, dan komitmen jangka panjang dalam perlindungan serta pengelolaan dampak lingkungan. Dalam konteks ini, kepemimpinan korporasi dipandang menjadi faktor penting dalam membentuk arah kebijakan dan budaya keberlanjutan di level grup usaha.
Capaian Maroef dalam ajang tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan merefleksikan integrasi program keberlanjutan lingkungan yang dijalankan di lingkungan Grup MIND ID. Holding industri pertambangan BUMN itu dinilai menghadirkan inovasi sosial dan lingkungan yang memberi dampak positif terhadap perlindungan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
Hanif menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan perusahaan yang berhasil membawa unit usahanya meraih predikat hijau maupun emas. Menurut dia, capaian itu lahir dari keseriusan perusahaan dalam mengelola sumber daya, mencegah pencemaran, dan membangun manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Simbol pelaksanaan dari PROPER ini merupakan manifestasi tugas Menteri Lingkungan Hidup yang dimandatkan di dalam Undang-Undang 32 Tahun 2009,” tegas dia.
Penghargaan yang diterima Maroef memperkuat sinyal bahwa industri tambang nasional makin dituntut bergerak ke model bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Di tengah sorotan terhadap isu lingkungan, MIND ID kini didorong menjadi salah satu role model pertambangan berkelanjutan di Indonesia.

3 hours ago
2
















































