Jumali Selasa, 18 Agustus 2026 10:57 WIB

Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA— Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 belum mengerucut meski musim telah memasuki fase krusial. Sebanyak 10 seri masih tersisa dengan 370 poin yang dapat diperebutkan, sementara jarak antara enam pembalap teratas hanya 56 poin.
Kondisi tersebut membuat seri MotoGP berikutnya di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, memiliki arti penting dalam melihat arah perebutan gelar. CEO Aprilia Racing Massimo Rivola bahkan menilai hasil di Aragon dapat memberikan gambaran mengenai pembalap yang benar-benar mampu bertahan dalam persaingan hingga akhir musim.
Tiga posisi teratas klasemen sementara masih dikuasai pembalap Aprilia RS-GP. Jorge Martin memimpin dengan 240 poin, diikuti Marco Bezzecchi dengan 209 poin dan Ai Ogura yang mengoleksi 203 poin.
Ducati kemudian menempatkan Marc Marquez di posisi keempat dengan 200 poin dan Fabio Di Giannantonio di urutan kelima dengan 199 poin. Sementara itu, Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia berada di posisi keenam dengan 184 poin.
Aragon Bisa Membuka Peta Persaingan Gelar
Rivola melihat Aragon sebagai salah satu seri yang berpotensi memperjelas kekuatan masing-masing kandidat juara MotoGP 2026. Karakter Sirkuit MotorLand Aragon yang berlawanan arah jarum jam atau anti-clockwise juga menjadi perhatian karena Marc Marquez memiliki catatan sangat kuat di sana.
"Kami tahu bahwa Aragon adalah lintasan favorit Marc (Marquez). Masih ada 370 poin yang bisa diperebutkan, tetapi Aragon bisa memberi kita gambaran tentang siapa penantang gelar juara dunia yang sebenarnya," ujar Rivola dikutip dari Crash.net.
Catatan Marc Marquez di Aragon memang menjadi salah satu faktor yang membuat seri tersebut menarik. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu telah meraih tujuh kemenangan Grand Prix di sirkuit tersebut.
Bersama Ducati, Marquez juga tidak terkalahkan dalam empat balapan terakhirnya di Aragon, baik pada Sprint Race maupun balapan utama. Rekor tersebut membuat penampilan Marquez pada seri mendatang menjadi salah satu hal yang dinantikan dalam persaingan klasemen.
Aprilia Ingin Menjaga Konsistensi
Bagi Aprilia, tantangan di Aragon bukan hanya menghadapi kekuatan Marquez. Pabrikan asal Noale, Italia, itu juga harus membuktikan bahwa tiga pembalapnya yang berada di posisi teratas mampu mempertahankan konsistensi hingga paruh akhir musim.
Aprilia sebelumnya memiliki catatan kurang baik ketika memasuki balapan di luar Eropa. Pada musim 2023 dan 2024, performa pabrikan tersebut sempat menurun ketika kompetisi memasuki fase tersebut.
Namun, catatan itu mulai berubah pada musim lalu. Bezzecchi dan Fernandez mampu meraih kemenangan pada penghujung musim sehingga memberikan gambaran berbeda mengenai kemampuan Aprilia menghadapi paruh kedua kompetisi.
"Secara statistik, dulu kami tampil buruk di paruh kedua musim, tetapi tahun lalu kami cukup kuat. Saya berharap catatan tahun lalu menjadi statistik yang lebih baik untuk masa depan. Kita lihat saja nanti," tutur Rivola.
Situasi klasemen saat ini membuat konsistensi tersebut menjadi semakin penting. Martin memiliki keunggulan 31 poin atas Bezzecchi, tetapi jarak tersebut belum cukup untuk membuat posisi pembalap Aprilia itu aman karena masih ada 370 poin yang tersedia.
Bezzecchi dan Ogura juga harus mewaspadai tekanan dari Ducati. Marquez hanya tertinggal tiga poin dari Ogura, sedangkan Di Giannantonio berada satu poin di belakang Marquez.
Kondisi Fisik Jadi Faktor Penting
Selain performa motor dan karakter sirkuit, kondisi fisik pembalap juga menjadi perhatian Aprilia menjelang rangkaian balapan berikutnya. Padatnya kalender MotoGP membuat kebugaran pembalap dapat berpengaruh terhadap kemampuan mereka mempertahankan performa.
"Menurut saya tidak ada yang benar-benar berubah antara paruh pertama atau kedua. Yang paling penting adalah bagaimana kondisi fisik para pebalap. Akhirnya kami mendapati Jorge (Martin) dalam kondisi yang baik, dan Marco (Bezzecchi) punya waktu satu minggu lagi untuk pulih sebelum Aragon," pungkasnya.
Dengan enam pembalap teratas masih berjarak 56 poin, hasil di Aragon berpotensi mengubah susunan persaingan MotoGP 2026. Martin datang sebagai pemimpin klasemen, sementara Bezzecchi, Ogura, Marquez, Di Giannantonio, dan Fernandez masih memiliki ruang untuk mengejar dalam 10 seri yang tersisa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































