Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) didampingi juru bicara Husain Abdullah (kanan) dan mantan Menkumham Hamid Awaluddin (kiri) memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Dalam konferensi pers tersebut, Jusuf Kalla memberikan klarifikasi terkait dugaan penistaan agama atas potongan video saat dirinya berceramah di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) pada Kamis (5/3).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla memberikan nasihat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengenai ijazah dalam konteks sebagai orang yang lebih tua atau senior. Tidak ada pretensi atau kepentingan politik apa pun.
"Saya lebih tua dari dia. Jadi, sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati," ujar JK, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Selain itu, JK mengaku perlu menasihati karena memandang masyarakat telah berkelahi selama dua tahun terkait keaslian ijazah Jokowi.
"Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat, dua tahun," katanya.
JK menegaskan dirinya dalam posisi netral dalam polemik ijazah Jokowi sehingga sempat menolak bertemu dengan pihak yang mempertanyakan keaslian dokumen tersebut, seperti Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo.

2 days ago
8
















































