Opel Siapkan SUV Listrik Baru, Teknologi China Jadi Andalan

4 hours ago 1

Jumali

Jumali Senin, 11 Mei 2026 14:57 WIB

Opel Siapkan SUV Listrik Baru, Teknologi China Jadi Andalan

Pusat pengembangan Opel di Ruesselsheim, Jerman, 5 Juli 2018./REUTERS-Ralph Orlowski

Harianjogja.com, JOGJA—Pasar mobil listrik global kembali memanas setelah Opel dikabarkan menyiapkan SUV listrik baru berbasis teknologi asal Tiongkok milik Leapmotor. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pabrikan otomotif Eropa mulai mencari cara lebih efisien untuk menekan harga kendaraan listrik agar semakin kompetitif.

Perkembangan terbaru, Opel disebut memindahkan sebagian pekerjaan rekayasa ke Tiongkok sebagai bagian dari kolaborasi strategis dengan Leapmotor. Langkah tersebut dilakukan di tengah transformasi besar industri otomotif menuju elektrifikasi penuh yang menekan biaya operasional produsen kendaraan Eropa.

Merek otomotif asal Jerman itu juga dikabarkan memangkas sekitar 650 pekerjaan teknik di kantor pusatnya di Rüsselsheim, Jerman. Namun di saat bersamaan, Opel justru mempercepat pengembangan SUV listrik baru yang menggunakan platform dan teknologi dari Leapmotor.

Strategi tersebut dinilai menjadi upaya Opel untuk memadukan desain khas Eropa dengan efisiensi teknologi kendaraan listrik asal Tiongkok. Kolaborasi ini juga memperlihatkan semakin kuatnya pengaruh produsen otomotif Tiongkok dalam industri kendaraan listrik global.

Dikutip dari ArenaEV, Senin (11/5/2026), Opel menyebut kendaraan tersebut sebagai compact SUV atau SUV berukuran menengah dengan ground clearance lebih tinggi. Model itu dirancang untuk penggunaan perkotaan sekaligus perjalanan antarkota.

Meski menggunakan basis teknologi dari Leapmotor, Opel memastikan identitas desain khas Jerman tetap dipertahankan. SUV tersebut diperkirakan tetap mengusung tampilan depan “Opel Vizor”, yakni fascia hitam dengan lampu LED terintegrasi yang menjadi ciri modern kendaraan Opel terbaru.

Desainnya juga diprediksi tampil sporty dengan pelek besar serta overhang depan dan belakang yang pendek. Karakter tersebut kini menjadi tren utama SUV modern karena memberikan tampilan lebih dinamis sekaligus mendukung stabilitas kendaraan.

Dari sisi spesifikasi, SUV baru Opel itu disebut memiliki basis serupa dengan Leapmotor B10. SUV listrik asal Tiongkok tersebut memiliki panjang sekitar 4.515 mm sehingga diperkirakan posisi model Opel nantinya berada di antara Opel Frontera dan Opel Grandland.

Dengan dimensi tersebut, kendaraan ini diproyeksikan menjadi mobil keluarga yang tetap praktis digunakan di area perkotaan. Leapmotor B10 sendiri menggunakan motor listrik tunggal bertenaga 160 kW atau sekitar 215 hp.

SUV itu juga memiliki dua pilihan baterai berkapasitas 56,2 kWh dan 67,1 kWh. Untuk varian baterai terbesar, jarak tempuhnya diklaim mampu mencapai sekitar 434 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Namun sorotan terbesar justru datang dari kemungkinan hadirnya varian range extender. Teknologi ini memungkinkan mesin bensin kecil digunakan untuk mengisi ulang baterai selama kendaraan berjalan.

Dengan sistem tersebut, total jarak tempuh SUV listrik Opel diklaim bisa mencapai sekitar 900 kilometer. Angka itu dinilai cukup menjawab kekhawatiran pengguna terhadap keterbatasan jarak tempuh kendaraan listrik atau range anxiety.

Kolaborasi Opel dan Leapmotor tidak lepas dari langkah besar Stellantis yang sebelumnya mengakuisisi 21 persen saham Leapmotor. Akuisisi tersebut memberi hak kepada Stellantis untuk memproduksi dan memasarkan teknologi Leapmotor di luar Tiongkok.

Melalui kerja sama ini, Opel disebut mampu mempercepat pengembangan kendaraan listrik baru dengan biaya lebih rendah. SUV terbaru tersebut bahkan dikabarkan dikembangkan dalam waktu kurang dari dua tahun, jauh lebih cepat dibanding rata-rata pengembangan mobil baru yang biasanya memakan waktu empat hingga lima tahun.

Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini layak diperhatikan. Jika Opel berhasil menghadirkan SUV listrik bergaya Eropa dengan harga lebih kompetitif berkat efisiensi platform Tiongkok, persaingan kendaraan listrik nasional diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|