Operasi SAR Pencarian Korban Longsor Disetop Sementara karena Cuaca Buruk

1 hour ago 1

Lokasi pencarian di titik longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat diselimuti kabut tebal pada Rabu (28/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Operasi pencarian korban bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat hari kelima pada Rabu (28/1/2026) terhenti sementara karena faktor cuaca buruk. Berdasarkan pantauan hingga pukul 12.00 WIB, lokasi titik pencarian koban masih diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Selain itu, area pencarian juga diselimuti kabut tebal yang menghalangi pandangan Tim SAR gabungan sehingga pencarian harus dihentikan sementara demi keamanan dan keselamatan. "Untuk operasi SAR kami hentikan sementara karena cuacanya kurang mendukung hingga siang ini," kata Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y Bramantyo di lokasi, Rabu.

Dia mengatakan pencarian korban difokuskan di tiga sektor dari lima sektor yang ada. Adapun tiga sektor tersebut adalah A1, A2, dan B3. Selain itu ada tambahan sektor lain di A3 yang berada di ketinggian atau lebih dekat dengan kaki Gunung Burangrang.

"Kita sudah kita bagi untuk tim kegiatan pada bagian ini setelah apel, Kemudian juga dari tadi malam kita akan ada tambahan alat berat kekuatan alat berat dari kemarin yang sudah ada 13 alat berat, dari tadi dini hari masuk lagi empat alat berat," ujar dia.

Komandan Sektor SAR Bandung, Agung Suprianto total area terdampak longsor diperkirakan mencapai 2,6 hektare dengan ketebalan lumpur mencapai 2 hingga 7 meter. "Kabut tebal juga sempat menurunkan jarak pandang hingga sekitar 10 sampai 15 meter, yang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian," kata Ade Dian.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, untuk durasi pencaraian korban, Pemkan Bandung Barat sudah meminta agar dilakukan selama 14 hari. Meski demikian nanti setelah tujuh hari pencarian tepatnya pada Juma (30/1/2026), akan ada evaluasi.

"Jadi kami dari tim SAR gabungan sesuai ketentuan ini ikuti akan ada perkembangan mungkin di hari ke-7 akan evaluasi apakah perpanjangan atau gimana. Kalau sebelum 7 hari sudah ada penemuan korban semua bisa dihentikan, jadi tergantung pencaraian dan penemuan korban," kata Ade Dian.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|